SERANG, SEBARAYA.COM – Di tengah guncangan ekonomi global akibat perang tarif antara Amerika Serikat dan Tiongkok, ekonomi Provinsi Banten justru menunjukkan performa impresif dan ketahanan yang solid. Fakta ini terungkap dalam Taklimat Media yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Kamis (7/8/2025), bertempat di salah satu kafe di Kota Serang.
Mengangkat tema “Perkembangan Ekonomi Terkini, Prospek & Pendalaman Sektor Prioritas”, acara ini dihadiri oleh jajaran penting dari BI Banten, antara lain Agus Sumirat (Deputi Direktur – Deputi Kepala Perwakilan), Juhari (Asisten Direktur – Kepala Tim Implementasi SP-PUR), Hendro Binsar Sirait (Manajer – Ekonom), dan M. Lukman (Asisten Direktur – Ekonom Senior Fungsi Perumusan KEKDA).
Deputi Direktur – Kepala Perwakilan BI Banten, Rawindra Ardiansah, menyampaikan bahwa ekonomi Banten tumbuh 5,33% (yoy) pada Triwulan II 2025, melampaui rata-rata nasional (5,12%) dan regional Jawa (5,24%). “Capaian ini menjadikan Banten sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah DIY, didorong oleh sektor industri pengolahan, konstruksi, dan real estate,” jelasnya.
Sementara itu, Agus Sumirat menyatakan “Kekuatan utama ekonomi Banten ada pada investasi dan sektor industri yang terus berkembang, meskipun tekanan eksternal meningkat,” jelas Agus Sumirat.
Diketahui, perang tarif global menyebabkan perlambatan perdagangan internasional dan arus modal ke aset aman, namun Banten tetap mencatat pertumbuhan investasi yang signifikan, terutama PMDN yang tumbuh 57,70% (yoy) menjadi Rp20,1 triliun.
“Proyek-proyek strategis seperti pembangunan jalan tol, bendungan, dan kawasan industri petrokimia menjadi penggerak utama sektor konstruksi yang melonjak 15,36%,” ungkapnya.
“Konsumsi rumah tangga memang mengalami pelambatan pasca-Idulfitri, namun daya beli tetap terjaga, sementara ekspor bersih meningkat, didukung oleh permintaan besi baja dan produk kimia dari pasar Asia dan Eropa,” tambahnya.
Adapun inflasi di Banten pada Juli 2025 juga terkendali di angka 2,29% (yoy), lebih rendah dari nasional (2,37%), menunjukkan keberhasilan pengendalian harga dan stabilitas ekonomi daerah. Selain itu, pertumbuhan kredit konsumsi dan kendaraan bermotor turut memperkuat sistem keuangan regional.
Dorongan Digitalisasi dan QRIS Tap NFC
Tak hanya fokus pada sektor riil, BI Banten juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam sistem pembayaran. Provinsi Banten kini memiliki 2,3 juta merchant pengguna QRIS, sebagian besar berasal dari UMKM. Inovasi terbaru QRIS Tap NFC mulai diperkenalkan sejak Maret 2025, memberikan pengalaman transaksi digital yang lebih cepat dan efisien.
5 Rekomendasi Strategis BI Banten:
- Akselerasi investasi swasta dan publik
- Menjaga pertumbuhan sektor konstruksi
- Memperkuat ekosistem industri pengolahan
- Perluasan digitalisasi sistem pembayaran
- Menjaga stabilitas harga dan konsumsi masyarakat
Taklimat ini menjadi momen penting bagi BI Banten dalam membangun sinergi dengan media massa untuk mengedukasi masyarakat dan memperkuat optimisme ekonomi daerah. “Media adalah mitra strategis untuk menyebarluaskan informasi ekonomi yang kredibel dan membangun narasi positif tentang pertumbuhan daerah,” pungkas Agus Sumirat.
Dengan strategi adaptif dan kolaborasi lintas sektor, Banten diyakini siap menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional, meski tantangan global masih membayangi. (RST)







