TANGERANG, SEBARAYA.COM – Bank Indonesia Provinsi Banten sukses menutup gelaran SHAFARA dan DIGIWARA 2026 dengan capaian spektakuler. Selama tiga hari pelaksanaan sejak 22 hingga 24 Mei 2026, total transaksi yang tercatat menembus angka fantastis Rp4,3 miliar atau mencapai 145 persen dari target yang telah ditetapkan.
Kegiatan bertema “Perluasan Ekosistem Ekonomi Keuangan Syariah dan Digital melalui Akselerasi dan Sinergi untuk Banten Maju dan Sejahtera” itu menjadi magnet besar bagi masyarakat. Tercatat sebanyak 80.180 pengunjung memadati rangkaian acara, atau rata-rata 26.727 orang setiap harinya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M Moesa, menegaskan bahwa SHAFARA dan DIGIWARA bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi gerakan kolaboratif dalam membangun ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan.
“Semangat kolaborasi yang terbangun selama kegiatan berlangsung memberikan optimisme baru bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah serta digitalisasi pembayaran di Banten,” ujarnya.
Dari total transaksi Rp4.347.121.004, capaian tersebut berasal dari berbagai sektor strategis. Transaksi penjualan UMKM dan komitmen business matching tercatat sebesar Rp548,5 juta. Kemudian business matching ekspor produk UMKM mencapai Rp1,29 miliar, business matching dalam negeri Rp2,5 miliar, serta pembiayaan syariah UMKM sebesar Rp1,01 miliar.
Tak hanya menghadirkan pameran UMKM halal, SHAFARA dan DIGIWARA 2026 juga dipenuhi berbagai kegiatan edukatif dan interaktif. Mulai dari seminar, talkshow, edukasi keuangan syariah, layanan pembayaran digital, fasilitasi sertifikasi halal, hingga beragam perlombaan yang menyedot antusiasme masyarakat.
Pada penyelenggaraan tahun ini, BI Banten juga memperkuat program wakaf produktif melalui pemberdayaan masjid dan peningkatan literasi ekonomi syariah lewat Olimpiade Ekonomi Syariah Regional (OESR).
Di sektor digitalisasi pembayaran, antusiasme masyarakat juga terlihat tinggi. Sebanyak 1.241 warga melakukan konsultasi dan aktivasi layanan di Booth DIGIWARA, termasuk pengalaman penggunaan QRIS TAP, pembayaran pajak, hingga retribusi daerah berbasis QRIS.
Nilai transaksi non tunai selama kegiatan pun melonjak signifikan. Penjualan UMKM melalui transaksi digital mencapai Rp485,9 juta, sementara transaksi QRIS tercatat sebesar Rp281,7 juta dengan total 1.615 transaksi.
Dalam acara penutupan, BI Banten turut melakukan penandatanganan komitmen bersama dengan lima masjid mitra wakaf produktif di Tangerang Selatan guna mendukung pemberdayaan 1.000 UMKM masjid.
Tak berhenti di situ, BI Banten juga resmi meluncurkan program QRIS 1.000 Masjid se-Banten bekerja sama dengan Bank Muamalat Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia.
Ameriza menegaskan, program tersebut diharapkan mampu memperluas pemanfaatan transaksi digital di lingkungan rumah ibadah sekaligus memperkuat ekonomi umat berbasis masjid di Provinsi Banten. (RST)







