PLN Bangun Harapan di Pulo Panjang, Sekolah Terpencil Bertransformasi Jadi Ruang Belajar Impian

Siapa yang nggak semangat sekolah kalau halamannya sudah rapi begini? Pemasangan 12.800 paving block di SDN Pulo Panjang 2 sudah rampung 100%! Sekarang anak-anak bisa bebas beraktivitas dan berolahraga di halaman yang bersih dan kokoh. ISTIMEWA

SERANG, SEBARAYA.COM – Di tengah deburan ombak yang mengelilingi Pulau Panjang, secercah harapan baru kini tumbuh di lingkungan SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang. Sekolah yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana itu kini mulai menunjukkan wajah baru yang lebih nyaman, bersih, dan modern.

Perubahan tersebut hadir melalui Program BRIDGE (Banten Renewable Island Development for Global Education), sebuah inisiatif kolaboratif antara PLN UID Banten, Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa), dan PLN PLTU Lontar yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak di wilayah kepulauan.

Bacaan Lainnya

Program ini tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membawa harapan baru bagi generasi muda di Pulau Panjang agar memiliki kesempatan belajar yang setara dengan siswa di perkotaan.

Langkah nyata pertama yang telah dirasakan langsung oleh para siswa dan guru adalah penataan halaman sekolah menggunakan 12.800 buah paving block FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) yang diproduksi dari pemanfaatan limbah sisa pembakaran batu bara PLTU Lontar.

Kini, halaman sekolah yang sebelumnya kerap berubah menjadi kubangan lumpur saat musim hujan dan dipenuhi debu ketika cuaca panas, telah bertransformasi menjadi area yang lebih aman dan nyaman untuk berbagai aktivitas siswa.

Anak-anak kini dapat bermain, berolahraga, dan mengikuti kegiatan sekolah tanpa khawatir terganggu kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

Namun perubahan tidak berhenti di sana.

PLN bersama para mitra juga tengah membangun tiga unit saung taman baca yang nantinya akan menjadi pusat literasi bagi para siswa. Di tempat itulah anak-anak Pulau Panjang akan memiliki ruang yang nyaman untuk membaca, belajar, dan memperluas wawasan mereka.

Di bawah rindangnya suasana pulau dan semilir angin laut, saung baca tersebut diharapkan menjadi jendela baru yang membuka akses pengetahuan bagi generasi penerus bangsa.

Kepala SD Negeri Pulo Panjang 2, Kamaludin, S.Pd., mengaku terharu dengan perhatian yang diberikan kepada sekolahnya.

Menurutnya, perubahan yang terjadi saat ini telah menghadirkan semangat baru bagi seluruh warga sekolah.

“Dulu halaman kami sering becek kalau hujan turun, anak-anak jadi terbatas ruang geraknya. Tapi sekarang, berkat bantuan paving block FABA ini, sekolah jadi lebih rapi dan bersih. Kami sangat berterima kasih karena PLN dan LAZ Harfa sudah peduli dengan pendidikan anak-anak di pulau terpencil seperti kami,” ungkap Kamaludin.

Ia menambahkan, bantuan yang diberikan tidak hanya menyentuh aspek fisik sekolah, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

Selain pembangunan taman baca, PLN juga menyerahkan bantuan laptop guna menunjang proses belajar mengajar berbasis digital. Berbagai perlengkapan olahraga turut diberikan untuk mendukung perkembangan fisik dan kesehatan siswa.

“Bantuan upgrade sarana belajar berupa laptop dan pembangunan saung baca ini adalah mimpi yang jadi nyata bagi kami. Anak-anak di sini punya semangat belajar yang tinggi, dan fasilitas ini akan membuka wawasan mereka lebih luas lagi agar tidak kalah dengan siswa di kota besar. Program BRIDGE benar-benar menjadi jembatan ilmu bagi mereka,” tambahnya.

Pelaksana Harian General Manager PLN UID Banten, Bobby Cristya Surya, menegaskan bahwa program BRIDGE merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia hingga ke wilayah kepulauan.

Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul yang mampu bersaing di masa depan.

“Program BRIDGE ini adalah bentuk komitmen kami untuk hadir hingga ke pulau terluar. Kami ingin memastikan sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri Pulo Panjang 2 mampu mendukung lahirnya generasi global dari Banten dengan kualitas pendidikan yang baik,” ujar Bobby.

Program BRIDGE juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yakni Pendidikan Berkualitas, dengan memastikan akses pendidikan yang lebih inklusif dan merata bagi seluruh anak Indonesia, termasuk yang tinggal di wilayah kepulauan.

Meski pembangunan saung baca masih berlangsung, perubahan besar sudah mulai terlihat di SD Negeri Pulo Panjang 2. Di sekolah yang berdiri di tengah lautan itu, harapan baru sedang dibangun satu demi satu.

Kolaborasi antara PLN UID Banten, LAZ Harfa, dan PLN PLTU Lontar membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan alasan untuk membatasi mimpi anak-anak Indonesia.

Dari Pulau Panjang, semangat belajar kini tumbuh semakin kuat. Sebuah pengingat bahwa pendidikan yang layak adalah hak setiap anak bangsa, di mana pun mereka berada. (RST) 

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait