JAKARTA, SEBARAYA.COM – Komitmen PT PLN (Persero) dalam menghadirkan program keberlanjutan yang berdampak nyata kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten berhasil meraih Lestari Award 2026 kategori Innovative Partnership berkat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Badak Hitam: Low Carbon Smart Farming – Dari Lahan Tidur Menjadi Ekosistem Pangan Berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Lestari Summit & Awards 2026 yang mengusung tema The Regenerative Pulse: Agile Ideas, Resilient Systems, Disruptive Change. Ajang yang digelar KG Media ini memberikan apresiasi kepada perusahaan, organisasi, dan pelaku usaha yang menghadirkan inovasi keberlanjutan dengan dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan tata kelola.
Keberhasilan PLN UID Banten dinilai istimewa karena kategori Innovative Partnership diberikan kepada program yang mampu membangun kolaborasi lintas sektor secara efektif untuk menciptakan perubahan berkelanjutan. Proses penilaian dilakukan oleh 12 juri independen yang berasal dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi, organisasi non-pemerintah, hingga pakar keberlanjutan.
Program Badak Hitam menjadi salah satu inovasi sosial PLN yang menjawab dua agenda strategis nasional, yakni ketahanan pangan dan transisi menuju energi rendah karbon.
Melalui program tersebut, PLN UID Banten menggandeng TNI, Laskar Santri Nusantara, koperasi, serta masyarakat untuk mengubah lahan tidur menjadi kawasan pertanian terpadu berbasis elektrifikasi dan ramah lingkungan.
Konsep yang diterapkan mengintegrasikan lima sektor produktif dalam satu ekosistem, yaitu pertanian, peternakan, perikanan, pengelolaan limbah, serta pemanfaatan listrik produktif. Model ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus menekan emisi karbon.
General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program tanggung jawab sosial perusahaan.
“Badak Hitam membuktikan bahwa listrik bukan hanya menghadirkan energi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan ketahanan pangan. Penghargaan ini menjadi pelecut bagi kami untuk terus memperluas kolaborasi lintas sektor dan menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Banten,” ujar Tonny.
Lahan Tidur Kini Jadi Sumber Pangan dan Penghasilan
Menurut Tonny, keberhasilan Program Badak Hitam tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Kolaborasi dengan TNI dan Laskar Santri Nusantara menghadirkan semangat gotong royong di lapangan, sementara koperasi berperan memastikan hasil program dapat dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Harapan kami, listrik menjadi awal dari banyak hal baik dan Badak Hitam terus tumbuh menjadi ekosistem yang mandiri. Melihat lahan yang semula tidak produktif kini menjadi sumber pangan sekaligus sumber penghasilan masyarakat adalah bukti bahwa kolaborasi mampu menghadirkan perubahan nyata,” tambahnya.
Hanya dalam enam bulan pelaksanaan, Program Badak Hitam telah menunjukkan hasil yang signifikan. Sebanyak 42 ekor ternak produktif berhasil dikelola, 5.000 bibit ikan nila dan patin dibudidayakan, serta mampu memproduksi sekitar 75 ton kompos organik setiap dua bulan melalui sistem pengelolaan limbah terpadu.
Tak hanya berdampak pada sektor pangan, program ini juga membuka peluang ekonomi baru. Para santri yang sebelumnya mengikuti pelatihan kini telah bertransformasi menjadi tenaga kerja tetap bergaji, didukung pekerja harian serta kelompok karya bakti yang berkembang menjadi agripreneur mandiri.
Dukung Target Net Zero Emissions 2060
Melalui Program Badak Hitam, PLN UID Banten menegaskan komitmennya dalam mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060 sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Keberhasilan program ini membuktikan bahwa elektrifikasi tidak hanya menghadirkan akses energi, tetapi juga mampu menjadi motor pembangunan berkelanjutan di daerah dengan menghidupkan lahan tidak produktif, memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penghargaan Lestari Award 2026 menjadi pengakuan bahwa inovasi berbasis kolaborasi dan energi bersih mampu menghadirkan solusi nyata bagi tantangan pembangunan masa depan, sekaligus memperkuat peran PLN sebagai penggerak transformasi menuju Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan. (RST)







