HUT ke-58, BPJS Kesehatan Fokus Jaga Keberlanjutan JKN

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito. ISTIMEWA

JAKARTA, SEBARAYA.COM – BPJS Kesehatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 dengan menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang kini telah melindungi 285 juta penduduk Indonesia. Di balik capaian tersebut, BPJS Kesehatan juga mengungkap tantangan besar yang tengah dihadapi, yakni rasio klaim JKN yang telah mencapai 108 persen.

Momentum HUT ke-58 menjadi refleksi perjalanan panjang penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional yang dimulai sejak berdirinya Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK) pada 15 Juli 1968. Transformasi kemudian berlanjut menjadi Perum Husada Bakti, PT Askes (Persero), hingga lahirnya BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN pada 1 Januari 2014.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan, selama 58 tahun penyelenggaraan jaminan kesehatan terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

“Perjalanan tersebut mengantarkan kita pada Program JKN yang kini memasuki tahun ke-13. Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas dukungannya terhadap keberlanjutan Program JKN. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami optimistis JKN mampu mencetak generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Pujo dalam Sarasehan HUT ke-58 BPJS Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Rabu (15/7/2026).

Di balik keberhasilan memperluas cakupan kepesertaan, BPJS Kesehatan menghadapi tantangan besar dalam menjaga kesehatan finansial program.

Pujo mengungkapkan, rasio klaim Program JKN kini telah mencapai 108 persen, yang menunjukkan besarnya beban pembiayaan layanan kesehatan nasional.

“Jika perusahaan asuransi swasta biasanya melakukan penyesuaian premi ketika rasio klaim mencapai 95 persen untuk menjaga keberlangsungan bisnis, kami berharap dukungan kebijakan melalui regulasi baru dapat memperkuat keberlanjutan Program JKN sehingga manfaatnya tetap dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.

Menurut Pujo, BPJS Kesehatan telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna menjaga keberlangsungan program. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kepesertaan, penguatan pendanaan, transformasi layanan, serta pemanfaatan teknologi digital agar pelayanan kepada peserta semakin cepat, mudah, dan efisien.

Salah satu strategi yang akan dikembangkan adalah integrasi kepesertaan JKN dengan berbagai layanan publik serta perluasan layanan administrasi non-tatap muka berbasis digital.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Kepresidenan RI Dudung Abdurachman memberikan apresiasi terhadap kontribusi BPJS Kesehatan dalam memperkuat sistem perlindungan sosial nasional melalui Program JKN.

Menurut Dudung, Program JKN menjadi salah satu pilar penting pembangunan kesehatan nasional yang selaras dengan visi pemerintah dan Asta Cita Presiden.

Ia juga mengapresiasi sejumlah program kolaboratif BPJS Kesehatan yang mendukung prioritas pemerintah, seperti P-Care Makan Bergizi Gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan di Sekolah Rakyat, pengembangan Desa Sehat JKN bersama Koperasi Desa Merah Putih, hingga Program JKN 3T yang bekerja sama dengan kapal rumah sakit TNI AL dan pengiriman tenaga kesehatan ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Meski demikian, Dudung mengingatkan bahwa tantangan keberlanjutan pendanaan, kepatuhan peserta, serta penguatan sinergi dengan fasilitas kesehatan masih harus menjadi perhatian bersama.

“Komitmen dan kolaborasi antara pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, serta masyarakat menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan sekaligus meningkatkan kualitas layanan Program JKN,” ujarnya.

Pada puncak peringatan HUT ke-58, BPJS Kesehatan juga mencatatkan capaian penting dengan meraih Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001 untuk fungsi pengadaan dan investasi, serta Sertifikasi Sistem Manajemen Kepatuhan ISO 37301.

Pencapaian tersebut menjadi bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam memperkuat tata kelola organisasi yang transparan, berintegritas, dan akuntabel, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Program JKN.

Dengan berbagai transformasi yang terus dilakukan, BPJS Kesehatan optimistis Program JKN akan tetap menjadi fondasi utama perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (RST) 

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait