Penggunaan SPKLU Melonjak 4 Kali Lipat saat Mudik Lebaran 2026, PLN Ungkap Tren Kendaraan Listrik Makin Diminati

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) didampingi Direktur Retail & Niaga PLN, Adi Priyanto (kiri) dan General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin (kedua dari kiri) ketika membantu pengisian daya kendaraan listrik milik salah seorang pemudik di SPKLU Rest Area KM 43 Tol Jakarta-Merak pada Senin (16/3). ISTIMEWA

JAKARTA, SEBARAYA.COM – PT PLN (Persero) mencatat lonjakan signifikan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 Hijriah. Penggunaan SPKLU meningkat hingga 4,14 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data PLN menunjukkan, frekuensi transaksi pengisian daya pada periode 12–31 Maret 2026 mencapai 303.234 kali, melonjak drastis dari 73.161 transaksi pada periode RAFI 2025. Sejalan dengan itu, konsumsi listrik kendaraan listrik juga meningkat lebih dari empat kali lipat, dari 1,75 juta kilowatt hour (kWh) menjadi 7,16 juta kWh.

Bacaan Lainnya

Capaian ini turut menjadi indikator keberhasilan Posko Nasional sektor energi yang dikoordinasikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Inspektur Jenderal ESDM, Yudhiawan Wibisono, menyampaikan apresiasi atas kinerja Posko Nasional RAFI 2026 yang dinilai berhasil memastikan ketersediaan energi bagi jutaan masyarakat selama momen Idulfitri. “Posko bukan hanya sekadar pusat pengendalian, tetapi juga wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat selama Hari Raya Idulfitri,” ujarnya dalam konferensi pers penutupan Posko Nasional di Gedung BPH Migas, Jakarta, (31/3).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menilai lonjakan penggunaan SPKLU sebagai sinyal kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik, terutama saat momentum mudik Lebaran. “Lonjakan penggunaan SPKLU selama RAFI menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Hal ini tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami hadirkan secara optimal,” ungkap Darmawan.

Untuk mendukung mobilitas pemudik, PLN bersama mitra telah menyediakan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan rata-rata jarak antar lokasi sekitar 22 kilometer. Khusus di jalur utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, tersedia 1.681 unit SPKLU di 994 titik, meningkat sekitar 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

PLN juga mengantisipasi kondisi darurat dengan menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis, termasuk di area exit tol, yang didukung ribuan personel siaga.

Tak hanya dari sisi kuantitas, PLN juga meningkatkan kualitas layanan melalui modernisasi teknologi pengisian daya. Sejumlah SPKLU dengan tingkat penggunaan tinggi telah di-upgrade dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging, guna mempercepat proses pengisian kendaraan listrik.

Penguatan ekosistem kendaraan listrik juga dilakukan melalui pengembangan layanan digital. Melalui aplikasi PLN Mobile, pengguna kini dapat memanfaatkan fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) untuk mengakses informasi SPKLU secara terintegrasi.

Selain itu, tersedia fitur Trip Planner untuk merencanakan perjalanan berdasarkan lokasi SPKLU, serta fitur AntreEV yang memungkinkan pengguna memantau antrean secara real time. PLN juga menghadirkan sistem pembayaran digital EV-TAP di sejumlah SPKLU jalur Trans Jawa untuk mempercepat transaksi.

Dengan berbagai inovasi tersebut, PLN menegaskan komitmennya dalam mempercepat transisi energi bersih di Indonesia. “Kami akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan kendaraan listrik agar masyarakat semakin nyaman beralih ke energi bersih,” tutup Darmawan. (RST) 

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait