JAKARTA, SEBARAYA.COM — Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Telkomsel kembali menggelar inisiatif pelestarian lingkungan bertajuk Telkomsel Jaga Bumi Movement di berbagai wilayah Indonesia. Mengusung tema global “Our Power, Our Planet”, program ini mendorong aksi nyata masyarakat untuk menekan jejak emisi karbon secara kolektif.
Melalui gerakan ini, Telkomsel membuka ruang kolaborasi luas bagi publik, mulai dari kompetisi inovasi hijau untuk generasi muda hingga kemudahan donasi pohon melalui penukaran poin pelanggan.
Vice President Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menegaskan bahwa inisiatif ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin berkontribusi terhadap lingkungan.
“Telkomsel Jaga Bumi bukan sekadar program sosial perusahaan, melainkan wadah kolaborasi. Kami menghadirkan ekosistem yang memudahkan setiap individu untuk memberikan dampak nyata bagi Bumi dan generasi mendatang,” ujarnya.
Untuk memperluas dampak, Telkomsel menghadirkan tiga pilar utama dalam gerakan ini:
- Future Impact Challenge
Kompetisi nasional bagi generasi muda usia 15–35 tahun untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim. Pendaftaran dibuka sejak 22 April hingga proses kurasi pada 5–10 Juli 2026. Finalis akan mempresentasikan ide pada 15 Juli sebelum malam penghargaan di Yogyakarta pada 18 Juli 2026.
- Talkshow Series
Rangkaian diskusi yang mempertemukan praktisi, pakar, komunitas, dan pelaku industri dalam enam sesi, membahas isu perubahan iklim, ekonomi sirkular, hingga masa depan lingkungan. Program ini berlangsung dari 19 Mei hingga 16 Juli 2026.
- Penanaman Pohon & Lokakarya
Aksi langsung bersama masyarakat melalui penanaman pohon dan edukasi lingkungan di empat lokasi strategis, yaitu Ciampea Bogor, Palu, Pesisir Selatan Sumatera Barat, dan Kulon Progo Yogyakarta sepanjang Juni hingga Juli 2026.
Tak hanya menyasar komunitas dan generasi muda, Telkomsel juga mempermudah pelanggan untuk berkontribusi melalui program carbon offset. Berkolaborasi dengan Jejak.in, pelanggan dapat menukarkan Telkomsel Poin menjadi pohon melalui aplikasi MyTelkomsel atau SMS.
Setiap 5.000 poin setara dengan 0,1 pohon, sementara 50.000 poin setara satu pohon. Pelanggan juga akan menerima laporan perkembangan pohon secara berkala melalui email.
Di sektor pengelolaan limbah, Telkomsel menggandeng PlusTik dan Liberty Society untuk mendaur ulang limbah plastik dari kartu SIM dan kemasan kartu perdana. Limbah tersebut diolah menjadi berbagai produk fungsional seperti paving block, tempat sampah, hingga perlengkapan outlet.
Selain itu, program ini juga mengajak karyawan Telkomsel untuk aktif berkontribusi melalui berbagai inisiatif internal seperti Green Challenge, Smart Mobility Initiative, hingga Energy Saving Movement.
Sejak diluncurkan pada 2022, Telkomsel Jaga Bumi telah melibatkan lebih dari 121 ribu pelanggan dalam program carbon offset. Hingga kini, lebih dari 39 ribu pohon telah ditanam di 13 kota/kabupaten dengan luas area konservasi mencapai 37 hektare, serta berhasil menyerap emisi karbon lebih dari 83 ton CO2e.
Melalui program ini, Telkomsel menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi berkelanjutan yang tidak hanya berdampak pada bisnis, tetapi juga bagi kelestarian lingkungan dan masa depan bumi. (RST)







