JAKARTA, SEBARAYA.COM – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten dalam membangun ekonomi masyarakat berbasis keberlanjutan kembali menuai apresiasi nasional. Pada ajang La Tofi 2026, PLN UID Banten berhasil meraih dua penghargaan Platinum Alignment melalui program Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya dan K-TRACK (Kopi Tourism & Rural Agro Creative) Gunung Karang.
Penghargaan tersebut menjadi bukti keberhasilan PLN mengembangkan potensi lokal menjadi penggerak ekonomi masyarakat tanpa mengesampingkan aspek pelestarian lingkungan.
General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat.
“Dua Platinum ini bukan sekadar pencapaian PLN UID Banten, tetapi hasil kerja bersama masyarakat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas, dan seluruh mitra program. Kolaborasi ini mengubah potensi lokal menjadi peluang, memperkuat kemandirian, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Tonny.
Program Eco-Wisata SiNyonya menjadi salah satu inovasi unggulan PLN UID Banten dalam mengembangkan desa wisata berbasis energi bersih dan ekonomi sirkular.
Melalui program ini, tingkat penyerapan tenaga kerja meningkat sekitar 80 persen, sekaligus berhasil menghindari emisi karbon sebesar 6,05 ton CO₂e pada tahun pertama pelaksanaannya.
Eco-Wisata SiNyonya mengintegrasikan kendaraan listrik wisata, pendidikan vokasi, penguatan UMKM, dan ekonomi sirkular dalam satu ekosistem pemberdayaan masyarakat.
Sebanyak 75 hingga 90 siswa SMK dari tiga jurusan juga dilibatkan dalam pembelajaran berbasis proyek kendaraan listrik sebagai bagian dari peningkatan kompetensi generasi muda.
Dalam pembangunan kawasan wisata, PLN UID Banten bersama PLN Indonesia Power UBP Labuan memanfaatkan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai bahan substitusi parsial untuk memproduksi 35.960 paving block yang digunakan pada area seluas 719,25 meter persegi. Langkah ini menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa.
Sementara itu, program K-TRACK Gunung Karang berfokus pada pengembangan kawasan Hutan Kopi Citaman Lawangtaji di Kelurahan Juhut menjadi destinasi agroeduwisata berbasis konservasi.
Program tersebut berhasil menjaga lebih dari 120 hektare kawasan agroforestri, melestarikan sembilan varietas kopi lokal, sekaligus mempertahankan habitat lalay yang berperan sebagai penyerbuk alami.
Tak hanya berdampak pada aspek lingkungan, K-TRACK juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan produk premium Kopi Leupeh Lalay, jalur wisata edukasi Kopi Trip sepanjang lima kilometer, serta mencetak enam pemandu wisata bersertifikat BNSP.
Dalam ajang La Tofi 2026, Eco-Wisata SiNyonya meraih penghargaan Platinum pada Indonesia Green Awards 2026 kategori Rekayasa Teknologi Hemat Energi dan Energi Terbarukan.
Sementara K-TRACK Gunung Karang memperoleh Platinum pada Nusantara CSR Awards 2026 kategori Ketahanan Ekonomi Masyarakat dan Rantai Nilai.
Kedua program tersebut dinilai menggunakan metodologi La Tofi ESG Rating berbasis Risk-Action Alignment yang mengukur kesesuaian antara risiko, aksi mitigasi, dampak program, serta kontribusi terhadap keberlanjutan ekonomi.
Eco-Wisata SiNyonya mencatat skor 94,10, sedangkan K-TRACK memperoleh 91,28. Keduanya masuk dalam Leader Quadrant, kategori tertinggi yang menunjukkan keberhasilan mengintegrasikan pengelolaan risiko dengan aksi nyata yang berdampak luas.
Tonny menegaskan, keberhasilan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi dari kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan manfaat program secara mandiri.
“Penghargaan ini menjadi energi bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola, pengukuran dampak, dan keberlanjutan program. Setiap intervensi harus berkembang menjadi ekosistem produktif yang menciptakan nilai bersama bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan,” katanya.
Ke depan, PLN UID Banten akan terus memperkuat kapasitas pengelola program, meningkatkan sistem pemantauan berbasis data, memperluas akses pasar produk lokal, serta mereplikasi program serupa agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Banten. (RST)







