PLN Perkuat Desa Anyar Hadapi Ancaman Tsunami, 7.686 Warga Jadi Sasaran

Tim Siaga Bencana Desa Anyar bersama stakeholder terkait melakukan simulasi evakuasi korban sebagai bagian dari Program Desa Anyar Siaga Bencana. ISTIMEWA

SERANG, SEBARAYA.COM – Tinggal di kawasan pesisir Selat Sunda membuat masyarakat Desa Anyar, Kabupaten Serang, harus selalu siap menghadapi potensi bencana. Ancaman tsunami hingga dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi risiko yang membutuhkan kesiapsiagaan sejak dini.

Melihat kondisi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Anyar Tangguh Siaga Bencana memperkuat sistem mitigasi berbasis masyarakat.

Bacaan Lainnya

Program tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga membangun tim siaga, sistem evakuasi, prosedur tanggap darurat hingga sarana pendukung kebencanaan.

Bentuk Tim Siaga Bencana di Tingkat Desa

Salah satu langkah yang dilakukan PLN adalah membentuk Tim Siaga Bencana Desa Anyar. Tim ini dipersiapkan sebagai garda awal dalam membantu masyarakat ketika terjadi kondisi darurat.

Perannya mencakup penyampaian informasi kebencanaan, membantu proses evakuasi, hingga mendukung koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Kepala Desa Anyar, Juhaedi, menilai keberadaan Tim Siaga sangat penting mengingat karakteristik masyarakat yang berada di kawasan pesisir.

“Bagi masyarakat pesisir seperti kami, kesiapan menghadapi bencana sangat penting. Dengan adanya Tim Siaga, masyarakat memiliki orang-orang yang sudah dipersiapkan dan memahami langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi darurat,” ujar Juhaedi.

Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun dari lingkungan terdekat masyarakat agar warga tidak kebingungan ketika menghadapi situasi darurat.

Warga Dilatih Hadapi Skenario Tsunami

Kesiapan masyarakat kemudian diuji melalui simulasi tanggap darurat tsunami yang melibatkan warga bersama berbagai stakeholder.

Simulasi tersebut mencakup sejumlah tahapan penting, mulai dari penyampaian informasi awal, aktivasi Tim Siaga Bencana, evakuasi menuju lokasi aman, penanganan korban hingga koordinasi antarpihak.

Perwakilan BPBD Provinsi Banten, Jumena Sukmawijaya, mengatakan simulasi menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan masyarakat sebelum bencana benar-benar terjadi.

“Simulasi diperlukan agar setiap unsur mengetahui tugas dan perannya. Dalam situasi bencana, kecepatan penyampaian informasi, ketepatan proses evakuasi, kesiapan masyarakat, serta koordinasi antarpihak menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko korban,” kata Jumena.

Selain simulasi, sekitar 200 peserta mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai mitigasi tsunami, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), penanganan kondisi darurat, kebakaran hingga keselamatan ketenagalistrikan ketika terjadi bencana.

Jangkauan Program Capai 7.686 Warga

Upaya membangun budaya siaga juga diperluas melalui kampanye kesiapsiagaan yang dilakukan di tujuh RW Desa Anyar.

Secara keseluruhan, program Desa Anyar Tangguh Siaga Bencana tersebut menjangkau sekitar 7.686 warga sebagai penerima manfaat.

General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy, mengatakan masyarakat tidak cukup hanya mengetahui adanya ancaman bencana. Warga juga harus memahami informasi yang benar, jalur evakuasi dan tindakan yang harus dilakukan ketika kondisi darurat terjadi.

“Kondisi geografis Desa Anyar yang berada di pesisir Selat Sunda membutuhkan kesiapsiagaan yang kuat. Masyarakat tidak cukup hanya mengetahui adanya potensi risiko, tetapi perlu memahami dari mana memperoleh informasi yang benar, ke mana harus melakukan evakuasi, serta apa yang harus dilakukan pada saat kondisi darurat terjadi,” ujar Tonny.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan masyarakat harus ditopang sistem yang jelas agar respons terhadap bencana dapat berlangsung cepat, terarah dan terkoordinasi.

PLN Perkuat SOP hingga Jalur Evakuasi

Untuk mendukung hal tersebut, PLN bersama pemerintah desa dan stakeholder terkait memperkuat sistem mitigasi melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Tanggap Darurat.

Selain SOP, dilakukan pula pemetaan wilayah berisiko, penyusunan peta jalur evakuasi, penentuan titik evakuasi serta pembagian person in charge (PIC).

Alur komunikasi antarpihak juga diperkuat agar informasi dapat diterima dan diteruskan secara cepat ketika terjadi keadaan darurat.

Dari sisi sarana, program ini turut dilengkapi dengan pemasangan rambu jalur evakuasi dan papan informasi kebencanaan. PLN juga mendukung penyediaan tenda, tandu, perlengkapan P3K serta berbagai peralatan tanggap darurat lainnya.

“Melalui program ini, kami ingin kesiapsiagaan benar-benar tumbuh menjadi kemampuan bersama masyarakat. Tim Siaga, edukasi, SOP, jalur evakuasi hingga simulasi menjadi bagian dari satu sistem agar masyarakat lebih siap dan terkoordinasi ketika menghadapi kondisi darurat,” tambah Tonny.

Kolaborasi Jadi Kunci Desa Anyar Tangguh

Penguatan kesiapsiagaan tersebut kemudian diperkuat melalui penandatanganan komitmen bersama Desa Anyar Tangguh Siaga Bencana.

Komitmen ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara PLN, pemerintah desa dan seluruh stakeholder agar sistem mitigasi yang telah dibangun tidak berhenti pada kegiatan pelatihan maupun simulasi.

Melalui program tersebut, PLN UID Banten mendorong masyarakat Desa Anyar untuk bergerak dari sekadar mengetahui potensi bencana menjadi masyarakat yang memiliki kemampuan merespons keadaan darurat secara terstruktur.

Dengan sistem yang meliputi Tim Siaga, edukasi, SOP, jalur evakuasi, titik aman, sarana tanggap darurat hingga simulasi, masyarakat diharapkan semakin mandiri menghadapi berbagai risiko bencana di kawasan pesisir Selat Sunda.

Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapan warga menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau maupun ancaman kebencanaan lainnya, sehingga masyarakat dapat mengambil langkah cepat dan tepat untuk melindungi diri, keluarga serta lingkungan ketika kondisi darurat terjadi. (RST)

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait