PLN Tancap Gas: 1.627 Program TJSL Jangkau 701 Ribu Penerima Manfaat

JAKARTA, SEBARAYA.COM – PT PLN (Persero) kembali menunjukkan tajinya sebagai BUMN yang tak hanya bicara listrik, tetapi juga dampak sosial. Sepanjang 2025, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN berhasil merealisasikan 1.627 program yang menjangkau 701.938 penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, program tersebut juga menyerap 34.408 tenaga kerja dan melibatkan 23.335 Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang tersebar di 38 provinsi.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa kehadiran PLN bukan sekadar menghadirkan listrik andal, tetapi juga menjadi agen transformasi sosial. “PLN tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga hadir sebagai agen transformasi sosial yang aktif mendorong kesejahteraan masyarakat. Melalui program TJSL berbasis creating shared value, kami ingin memastikan dampak positif yang berkelanjutan,” ujar Darmawan.

Program TJSL PLN dirancang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), dengan tiga fokus utama:

* Pendidikan

* Lingkungan

* Pengembangan UMKM

Di sektor pendidikan, PLN menjalankan program kolaboratif, termasuk kerja sama dengan TNI dalam pembangunan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pangkalan TNI AU Atang Sandjaja, Kabupaten Bogor.

Program ini menyediakan 3.900 porsi makanan bergizi gratis setiap hari bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Selain meningkatkan kualitas gizi, program ini juga memberdayakan ratusan tenaga kerja lokal.

Di sektor kelistrikan, PLN memastikan pemerataan akses energi melalui program sambung listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu.

Sepanjang 2025, lebih dari 8.000 keluarga prasejahtera di 12 provinsi telah merasakan manfaat listrik resmi dari PLN. “Melalui program sambung listrik, kami ingin memastikan keadilan energi benar-benar terwujud. Akses listrik membuka peluang usaha, pendidikan, dan peningkatan kualitas hidup,” tegas Darmawan.

Komitmen terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) juga diwujudkan lewat 53 program penghijauan di 41 lokasi unit PLN. Hasilnya, lebih dari 145 ribu pohon berhasil ditanam sepanjang 2025 untuk mendukung penyerapan karbon dan konservasi lingkungan.

Tak berhenti di situ, PLN juga membangun ratusan titik fasilitas sanitasi dan air bersih, termasuk:

* Sumur bor

* Pipanisasi rumah

* Septic tank

* Toren

* Unit MCK

* Biopori

Program ini menjangkau 15.265 penerima manfaat di 18 lokasi di seluruh Indonesia. PLN juga memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui Program Pembinaan Mitra dan UMK Naik Kelas. Program ini dijalankan lewat 26 Rumah BUMN dan 8 UMK HUB di berbagai daerah.

Hingga kini, sebanyak 9.275 UMK telah terdaftar dalam Dashboard TJSL PLN Peduli melalui plnpeduli.id.

Berbagai dukungan diberikan, mulai dari pelatihan, sertifikasi, hingga partisipasi dalam expo dan pameran nasional. “UMK adalah tulang punggung perekonomian nasional. Kami ingin mendorong UMK naik kelas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing,” jelas Darmawan.

PLN juga menunjukkan kepedulian dalam situasi darurat. Saat bencana banjir dan longsor melanda wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, PLN tak hanya fokus memulihkan listrik, tetapi juga menyalurkan bantuan kemanusiaan secara cepat dan tepat sasaran.

“Pascabencana, PLN tidak hanya hadir memulihkan listrik, tetapi juga menghadirkan harapan. Kami terus mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih,” tutup Darmawan.

Dengan capaian ratusan ribu penerima manfaat, ribuan UMK yang diberdayakan, serta komitmen pada pendidikan dan lingkungan, PLN mempertegas perannya sebagai BUMN yang tak sekadar menyalakan listrik—tetapi juga menggerakkan perubahan sosial dan ekonomi nasional. (RST)

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait