JAKARTA, SEBARAYA.COM – Robinhood Markets, Inc., perusahaan layanan keuangan terkemuka asal Amerika Serikat, resmi mengumumkan rencana ekspansi ke Indonesia melalui akuisisi PT Buana Capital dan PT Pedagang Aset Kripto. Langkah strategis ini menandai kehadiran Robinhood pertama kalinya di pasar Asia Tenggara, sekaligus memperluas jangkauan mereka di pasar global.
Indonesia kini menjadi pasar yang sangat menarik bagi industri investasi digital. Berdasarkan data per Oktober 2025, tercatat lebih dari 19 juta investor pasar modal dan 17 juta investor aset kripto di Tanah Air. Kinerja IHSG tumbuh 21,5% (YTD) dan menjadi salah satu yang terbaik di kawasan Asia-Pasifik. Pertumbuhan pesat ini terutama dipicu oleh dominasi investor muda, di mana 54,25% berusia di bawah 30 tahun.
Pasar aset kripto juga menunjukkan peningkatan signifikan dengan nilai transaksi mencapai Rp 409,56 triliun (YTD).
Patrick Chan, Kepala Asia Robinhood, menyatakan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis untuk misi perusahaan dalam mendemokratisasi akses keuangan. “Kami menantikan untuk menghadirkan layanan inovatif yang sama bagi masyarakat Indonesia, seperti yang dipercaya jutaan pelanggan Robinhood di seluruh dunia,” katanya dalam Corporate Action Launch di Bursa Efek Indonesia, Senin (8/12/2025).
Setelah proses akuisisi rampung, Robinhood akan tetap melayani klien Buana Capital dengan produk berbasis pasar modal Indonesia. Dalam jangka panjang, Robinhood berencana membuka akses luas ke saham AS, kripto global, dan instrumen internasional lainnya, menunggu persetujuan regulator.
Presiden Direktur Buana Capital, Benny Hardiman Setiabrata, menyambut optimis kerja sama ini. “Sinergi ini akan membuat masyarakat Indonesia semakin mudah mengakses investasi global dengan biaya lebih efisien. Ini peluang besar untuk literasi dan inklusi keuangan di Tanah Air,” ujarnya.
Pieter Tanuri akan tetap terlibat sebagai penasihat strategis Robinhood setelah transaksi selesai.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya perlindungan investor, transparansi informasi, serta pemenuhan regulasi keamanan data dalam ekspansi ini. “Masuknya Robinhood dapat meningkatkan persaingan sehat dan transfer teknologi, namun harus memenuhi seluruh standar kelayakan di Indonesia,” tegas Edi Broto, Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK.
Direktur Jenderal Stabilitas & Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu, Masyita Crystallin, menyebut kehadiran Robinhood sebagai momentum tepat untuk mendukung inovasi pasar.
Direktur BEI Risa E. Rustam menilai kerja sama kedua perusahaan akan membawa dampak positif signifikan bagi ekosistem pasar modal nasional. “Kolaborasi ini akan mempercepat inklusi keuangan dan menyediakan akses investasi global berteknologi canggih bagi masyarakat,” katanya.
Seluruh transaksi masih menunggu proses perizinan dan diharapkan tuntas pada paruh pertama 2026. Robinhood memastikan komitmennya sebagai platform investasi digital yang aman, terjangkau, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. (RST)







