Daftar Isi
CILEGON, SEBARAYA.COM – Seorang nasabah Bank Syariah Mandiri yang kini telah bergabung menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI), Abah Ari (68), warga Kota Cilegon, mengaku menjadi korban dugaan pemindahan dana tabungan secara bertahap ke rekening atau akun lain tanpa sepengetahuannya.
Dana sebesar Rp120 juta yang disimpan sejak 2019 itu hingga kini disebut belum mendapatkan kejelasan. Abah Ari pun mendesak pihak BSI memberikan penjelasan mengenai transaksi yang menguras tabungannya tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut dana simpanan nasabah yang semestinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di usia senja, Abah Ari masih berupaya mendapatkan kepastian mengenai keberadaan uang yang dikumpulkannya untuk bekal kebutuhan anaknya.
Tabungan Terkuras Tanpa Sepengetahuan
Saat ditemui di kediamannya, Abah Ari mengungkapkan bahwa uang tabungannya berkurang secara bertahap. Ia mengaku tidak pernah mengetahui adanya pemindahan dana tersebut ke akun lain.
Menurut pengakuannya, total dana yang hilang mencapai Rp120 juta. Namun, hingga saat ini, ia belum memperoleh penjelasan yang dianggap memadai mengenai siapa penerima aliran dana maupun bagaimana transaksi tersebut dapat terjadi.
“Simpan uang di bank dengan maksud supaya aman, eh malah hilang,” ujar Abah Ari, Sabtu (12/9/2026).
Ia menuturkan, uang tersebut disimpan bukan untuk kepentingan konsumtif, melainkan sebagai persiapan memenuhi kebutuhan anaknya. Hilangnya dana itu membuat dirinya merasa terpukul dan terus berupaya mencari jalan keluar.
Berulang Kali Minta Rekening Koran
Untuk mengetahui riwayat transaksi dan memastikan ke mana dana tersebut berpindah, Abah Ari mengaku telah beberapa kali mendatangi kantor Bank Syariah Mandiri guna meminta rekening koran.
Namun, menurut pengakuannya, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan. Ia menyebut belum mendapatkan dokumen maupun keterangan yang dapat menjelaskan secara terang transaksi pemindahan dana dari rekeningnya.
Tidak berhenti di kantor cabang, Abah Ari juga mengaku telah mendatangi kantor pusat Bank Syariah Mandiri. Langkah itu dilakukan dengan harapan persoalan yang dihadapinya dapat segera ditindaklanjuti dan memperoleh kejelasan.
Akan tetapi, hingga kini, ia menyatakan belum mendapatkan kepastian mengenai penyelesaian persoalan tersebut.
Minta BSI Ungkap Penerima Aliran Dana
Abah Ari berharap pihak BSI dapat memberikan penjelasan secara transparan mengenai dugaan transaksi yang menyebabkan tabungannya berkurang.
Ia juga meminta agar pihak bank membantu mengungkap siapa yang menerima aliran dana dari rekeningnya serta memberikan solusi atas dana yang disebut hilang sejak 2019.
“Saya berharap uang saya dapat kembali dan pihak BSI segera memberikan keterangan siapa yang menerima aliran dana dari rekening saya, serta memohon bantuan kepada pihak kepolisian, OJK maupun lembaga terkait untuk membantu saya. Karena, saya sangat butuh sekali uang itu,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Bagi Abah Ari, persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi perbankan. Dana tersebut merupakan simpanan yang diharapkan dapat menjadi penopang kebutuhan keluarganya.
Minta Bantuan Polisi dan OJK
Dalam upaya memperoleh kejelasan, Abah Ari berharap pengaduannya dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait, termasuk kepolisian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta lembaga berwenang lainnya.
Ia meminta adanya pemeriksaan terhadap riwayat transaksi rekening, penelusuran aliran dana, serta penjelasan mengenai pihak yang diduga menerima pemindahan dana tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak BSI mengenai dugaan pemindahan dana yang disampaikan Abah Ari. (RST)







