PLN Pasok 1.920 MVA untuk Refinery Alumina Raksasa di Banten, Perkuat Hilirisasi Mineral Nasional

General Manager PLN UID Banten, Mohammad Joharifin (ketujuh dari kiri), bersama Komisaris PT Banten Anugerah Industri Kemajuan, Winarto Asnim (ketujuh dari kanan), berfoto bersama jajaran manajemen PLN UID Banten dan perwakilan PT Banten Anugerah Industri Kemajuan usai penandatanganan Nota Kesepahaman Penyediaan Tenaga Listrik Pasang Baru dengan total daya 1.920.000.000 VA. ISTIMEWA

TANGERANG, SEBARAYA.COM – Upaya memperkuat hilirisasi mineral nasional kembali menunjukkan progres signifikan. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait penyediaan tenaga listrik pasang baru sebesar 1.920.000.000 VA (1.920 MVA) dengan PT Banten Anugerah Industri Kemajuan untuk kebutuhan pembangunan fasilitas refinery alumina berskala global di Provinsi Banten.

Kesepakatan monumental ini menandai langkah strategis Banten dalam memperkuat rantai pasok industri mineral dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Penandatanganan MoU turut dihadiri jajaran manajemen PLN dari Kantor Pusat, PLN UIP JBB, PLN UIT JBB, PLN UIP2B Jamali, serta perwakilan manajemen PT Banten Anugerah Industri Kemajuan.

Bacaan Lainnya

Komisaris PT Banten Anugerah Industri Kemajuan, Winarto Asnim, menegaskan bahwa kehadiran PLN menjadi faktor penting dalam menentukan arah investasi proyek tersebut. “Kami melihat masa depan industri aluminium sekarang adalah Indonesia. Dukungan cepat PLN dan pemerintah setempat menjadi penentu kesuksesan proyek ini,” ujar Winarto.

Menurutnya, energi berkapasitas besar merupakan syarat utama operasi refinery alumina. Melalui MoU ini, perusahaan memiliki keyakinan penuh bahwa pembangunan fasilitas tersebut dapat berjalan tepat waktu dan memberikan dampak signifikan bagi ekonomi Banten.

Berdasarkan kesepakatan, PLN akan mulai menyediakan daya sebesar 960 MVA pada 2026, yang kemudian meningkat menjadi 1.920 MVA pada 2027. Seluruh tahapan teknis — mulai dari studi sistem, pembangunan transmisi dan distribusi, hingga skenario operasi — akan dilaksanakan secara terintegrasi oleh berbagai unit PLN.

Vice President Akuisisi Pelanggan dan Layanan Khusus PLN Kantor Pusat, Fauzi Arubusman, menilai industri pengolahan mineral sebagai peluang besar bagi PLN untuk memperkuat layanan kepada pelanggan industri berdaya besar.

“PLN siap mendukung investasi bernilai tambah bagi daerah dan nasional. Kami memastikan kebutuhan energi terpenuhi dengan layanan yang terencana dan terukur,” tegas Fauzi.

Ia berharap dukungan PLN dapat memperlancar proses pembangunan smelter sekaligus mendorong kontribusi industri terhadap perekonomian nasional.

General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa komitmen PLN tidak berhenti pada penandatanganan MoU semata. PLN akan memastikan seluruh tahapan berjalan optimal, mulai dari studi teknis hingga proses energize.

“Kolaborasi ini bukti bahwa PLN hadir sebagai mitra strategis industri. Kebutuhan daya 1.920 MVA akan dipenuhi secara terencana dan tepat waktu,” kata Joharifin.

Joharifin menambahkan bahwa hilirisasi mineral adalah motor penggerak ekonomi Indonesia. Dengan ketersediaan energi yang andal, kawasan industri di Banten diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (RST) 

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait