Investor Asal Belgia Tertarik untuk Berinvestasi di Pelabuhan Warnasari Cilegon

Port of Antwerp tertarik berinvestasi di Pelabuhan Warnasari
Port of Antwerp tertarik berinvestasi di Pelabuhan Warnasari,

Sebaraya.comProyek pembangunan Pelabuhan Warnasari di Kota Cilegon, yang telah terbengkalai selama beberapa waktu, akan segera dikunjungi oleh pejabat dari Port of Antwerp, perusahaan pelabuhan asal Belgia.

Pihak pengelola pelabuhan tersibuk kedua di Eropa tersebut tertarik untuk melakukan investasi dalam membangun pelabuhan di Kota Cilegon.

Bacaan Lainnya

Muhammad Willy, Direktur Utama PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), mengatakan bahwa ketertarikan Port of Antwerp itu terjadi setelah dirinya mengikuti pelatihan selama sembilan hari di Belgia pada Desember 2022.

“Awalnya, saya diundang oleh Pemerintah Belgia untuk mengikuti pelatihan gratis. Sekarang, saya diundang lagi untuk mempresentasikan rencana seperti apa yang diinginkan PCM agar Pelabuhan Warnasari ini dapat dikerjasamakan,” ungkap Willy.

Saat ini, PT PCM akan menjalankan sebuah joint venture dengan PT Krakatau Steel (KS) Grup. Melalui anak perusahaan PT PCM dan anak perusahaan PT KS, keduanya akan membentuk sebuah perusahaan yang akan fokus dalam menggarap Pelabuhan Warnasari.

“Nantinya, rencananya perusahaan asal Belgia akan bergabung sebagai investor sekaligus pelaksana dalam pelabuhan di perusahaan baru tersebut,” jelas Willy.

Perusahaan Belgia tertarik untuk menggarap Pelabuhan Warnasari karena lokasinya dianggap strategis, yaitu berada di pinggir laut dan dikelilingi oleh industri.

“Mereka (perusahaan Belgia) menyatakan bahwa langkah PT PCM telah benar dalam melakukan kerjasama dengan PT KS terlebih dahulu. Kanan kiri lokasi Pelabuhan Warnasari berada di lingkungan Krakatau Steel. Jika tidak melakukan kerjasama dengan KS terlebih dahulu, sulit untuk mewujudkan pelabuhan tersebut,” tambah Willy.

Terkait dengan skema kerjasama yang ditawarkan PT PCM kepada Belgia, Willy mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil keuntungan yang berlebihan. Apa yang dimiliki PT PCM, dapat dikelola secara profesional, termasuk lahan seluas 45 hektare di dalamnya.

“Mereka itu merupakan pelabuhan kelas dunia. Jadi, mereka dapat menilai dengan cepat apakah investasi ini menarik atau tidak,” ungkapnya.

Konsep pelabuhan yang akan diterapkan adalah Green Port atau pelabuhan yang ramah lingkungan, dimana Port of Antwerp ingin menerapkannya.

“Mereka ingin menggarap pelabuhan jika ramah lingkungan. Apalagi jika didukung oleh industri yang juga ramah lingkungan. Itu pesan mereka,” jelasnya.

Bila proses kerjasama berjalan lancar, Willy memperkirakan bahwa pembangunan Pelabuhan Warnasari akan membutuhkan investasi hingga Rp3 triliun.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menyambut baik ketertarikan calon investor asal Belgia tersebut. Bila itu terwujud, mimpi masyarakat Kota Cilegon yang berpuluh-puluh tahun ingin memiliki pelabuhan bisa jadi kenyataan.

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Kota Cilegon, mudah-mudahan Allah ridho, insya Allah kita akan lanjutkan pembangunan Pelabuhan Warnasari ini. Kami optimis kerjasama ini akan terwujud,” harapnya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *