PLN UID Banten Sabet GOLD ISDA 2026 Lewat Program Electric Techno Industri

PLN UID Banten meraih GOLD ISDA 2026 melalui Electric Techno Industri di SMK Jaya Buana, mencetak talenta vokasi dan meningkatkan ekonomi UMKM. ISTIMEWA

TANGERANG, SEBARAYA.COM – Pendidikan vokasi dituntut semakin dekat dengan kebutuhan dunia industri. Bukan hanya soal teori di ruang kelas, tetapi bagaimana siswa memiliki keterampilan, sertifikasi, pengalaman teknologi, hingga akses menuju dunia kerja setelah lulus.

Upaya menjawab tantangan tersebut dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Electric Techno Industri di SMK Jaya Buana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Bacaan Lainnya

Program yang mengusung semangat “Menyalakan Kompetensi, Menggerakkan Masa Depan Industri” itu berhasil meraih penghargaan GOLD dalam Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 yang diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD).

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya PLN UID Banten membangun ekosistem pendidikan vokasi yang menghubungkan pembelajaran, sertifikasi kompetensi, teknologi, jejaring industri, hingga peluang ekonomi masyarakat.

Berawal dari Tantangan Lulusan SMK

Program Electric Techno Industri lahir dari persoalan yang masih dihadapi pendidikan vokasi dalam menyiapkan lulusan sesuai kebutuhan industri. Berdasarkan data BPS Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK mencapai 8,63 persen. Sementara TPT di Kabupaten Tangerang tercatat sebesar 5,94 persen.

Kondisi serupa juga terlihat di SMK Jaya Buana. Pada awal program, lulusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) belum memiliki sertifikasi kompetensi BNSP. Sekolah juga belum memiliki guru atau asesor BNSP, Tempat Uji Kompetensi (TUK), maupun jejaring kerja sama dengan industri.

Di sisi lain, pelaku UMKM di sekitar Kecamatan Kresek masih menghadapi tantangan ekonomi dengan rata-rata pendapatan sekitar Rp1,7 juta per bulan.

Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar PLN UID Banten menghadirkan program yang tidak hanya berorientasi pada fasilitas sekolah, tetapi juga membangun keterampilan yang dapat digunakan siswa dan masyarakat dalam kehidupan nyata.

Bangun Laboratorium hingga Sertifikasi BNSP

Melalui Electric Techno Industri, PLN UID Banten membangun laboratorium Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) berstandar industri sekaligus memberikan pelatihan kepada 120 siswa.

Materi yang diberikan mencakup instalasi listrik, Programmable Logic Controller (PLC), Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L), hingga teknologi konversi kendaraan listrik.

Tidak berhenti di fasilitas pembelajaran, PLN UID Banten juga memfasilitasi 15 guru untuk memperoleh sertifikasi sebagai asesor BNSP, mendirikan TUK di sekolah, membangun Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU), serta meningkatkan daya listrik sekolah dari 41,5 kVA menjadi 105 kVA.

Langkah tersebut membuat proses pembelajaran dan pengujian kompetensi siswa semakin terhubung dengan standar kebutuhan dunia kerja.

Puluhan Lulusan Terserap Industri

Dampak program mulai terlihat dari capaian siswa dan guru. Sebanyak 15 guru telah tersertifikasi BNSP dan menjadi asesor, sementara 81 siswa telah mengikuti uji kompetensi di TUK SMK Jaya Buana. Lebih jauh, sebanyak 35 lulusan telah terserap di industri yang menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Tak hanya membuka akses pekerjaan, program ini juga memberikan peluang melanjutkan pendidikan. Sebanyak 13 lulusan memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di China dan Mesir. Kompetensi yang dibangun melalui program tersebut juga tercermin dari prestasi sekolah. SMK Jaya Buana berhasil meraih Juara 1 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Banten.

Gandeng Industri hingga Buka Peluang Beasiswa

Untuk memperluas pengalaman siswa, PLN UID Banten juga memfasilitasi kerja sama dengan sejumlah perusahaan, di antaranya PT Mitsuba, XCMG, dan Schneider. Kerja sama tersebut membuka akses yang lebih luas bagi siswa untuk mengenal dunia industri sekaligus memperbesar peluang pengembangan kompetensi setelah menyelesaikan pendidikan.

Program juga membuka peluang pendidikan tinggi melalui akses beasiswa ke China dan Mesir. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti ketika siswa menyelesaikan materi di sekolah, tetapi diarahkan menjadi bekal untuk memasuki industri maupun melanjutkan pendidikan.

Keterampilan Siswa Berdampak ke UMKM

Menariknya, manfaat program Electric Techno Industri tidak hanya dirasakan oleh siswa dan sekolah. Keterampilan yang dikembangkan juga diterapkan untuk membantu pelaku UMKM di sekitar Kecamatan Kresek melalui konversi lima gerobak UMKM menjadi kendaraan listrik.

Dari program tersebut, pendapatan UMKM yang sebelumnya rata-rata sekitar Rp1,7 juta per bulan meningkat menjadi Rp2,5 juta per bulan, atau tumbuh sekitar 47 persen.

Sementara itu, keterampilan konversi kendaraan listrik yang dikembangkan siswa juga menghasilkan 15 motor listrik yang digunakan untuk kebutuhan kompetisi kendaraan listrik di Sentul. Hal ini menunjukkan bahwa ruang praktik di sekolah dapat berkembang menjadi tempat lahirnya keterampilan yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.

Tonny Bellamy: Siswa Harus Siap Hadapi Dunia Kerja

General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy, mengatakan pendidikan vokasi harus mampu memberikan keterampilan yang memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan industri. Menurutnya, siswa perlu dibekali kompetensi dan pengalaman agar tidak kebingungan ketika memasuki dunia kerja setelah lulus.

“Harapannya, anak-anak ini nanti tidak bingung ketika sudah lulus. Mereka sudah punya keterampilan yang dibutuhkan industri, punya sertifikasi, dan sudah tahu gambaran dunia kerja seperti apa. Jadi ketika ada kesempatan, mereka sudah lebih siap,” ungkap Tonny.

Ia menambahkan, proses pembelajaran juga perlu memberikan ruang kepada siswa untuk mencoba teknologi, mengembangkan ide, dan melihat nilai dari keterampilan yang mereka miliki. “Yang lebih penting, mereka punya ruang untuk mencoba, menemukan ide, dan melihat sendiri bahwa keterampilan itu bisa menjadi sesuatu yang bernilai,” tambahnya.

Akan Direplikasi ke Tiga SMK di Banten

Keberhasilan program tersebut juga tercermin melalui pengukuran dampak sosial. Electric Techno Industri mencatat Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,14 dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 3,52.

PLN UID Banten kemudian mulai memperluas manfaat program dengan melakukan replikasi Electric Techno Industri di tiga SMK lain di Banten.

Sejalan dengan pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik, program ini juga diarahkan untuk menyiapkan pipeline teknisi kendaraan listrik (EV) bersertifikat yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.

GOLD ISDA 2026 Jadi Pengakuan Dampak Program

Penghargaan GOLD ISDA 2026 menjadi pengakuan atas upaya PLN UID Banten menghadirkan program TJSL yang tidak berhenti pada bantuan fasilitas, tetapi membangun ekosistem pendidikan dan pemberdayaan yang terhubung dengan kebutuhan dunia nyata.

Program Electric Techno Industri sekaligus mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

Melalui program tersebut, PLN UID Banten berupaya memastikan keterampilan yang diperoleh siswa di bangku sekolah tidak berhenti sebagai teori.

Dari laboratorium sekolah, keterampilan itu diarahkan menuju sertifikasi, dunia industri, pendidikan tinggi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sebab, ketika pendidikan mampu terhubung dengan kebutuhan industri, ruang kelas bukan lagi sekadar tempat belajar, tetapi menjadi titik awal lahirnya talenta yang siap menggerakkan masa depan. (RST)

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait