Daftar Isi
TANGERANG, SEBARAYA.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten memperkuat kesiapan menghadapi kondisi darurat lingkungan melalui Simulasi Tim Tanggap Darurat Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Kegiatan yang digelar di lingkungan kerja PLN UID Banten, Tangerang, pada 24 September 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) sekaligus meningkatkan kesadaran keselamatan atau safety awareness bagi pegawai dan mitra kerja.
Simulasi ini tidak hanya menguji kemampuan teknis personel, tetapi juga memastikan setiap petugas memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat yang berpotensi membahayakan keselamatan maupun mencemari lingkungan.
Uji Respons Cepat Hadapi Tumpahan Oli B3
Dalam simulasi, PLN UID Banten menggunakan skenario tumpahan limbah oli B3 di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3. Skenario tersebut dipilih karena tumpahan limbah oli berpotensi meluas ke area kerja hingga masuk ke saluran drainase apabila tidak segera dikendalikan.
Personel Tim Tanggap Darurat bersama pegawai yang memiliki peran dalam penanganan kondisi darurat lingkungan kemudian mempraktikkan tahapan penanganan sesuai prosedur.
Mulai dari mengidentifikasi kejadian, mengamankan lokasi, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), mengendalikan tumpahan menggunakan spill kit, membersihkan area terdampak, hingga melakukan pelaporan kejadian.
Rangkaian tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel tidak hanya memahami prosedur secara teori, tetapi juga mampu mengambil tindakan secara cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat sebenarnya.
GM PLN UID Banten: Keselamatan Harus Jadi Kebiasaan
General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy, menegaskan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat tidak cukup hanya mengandalkan prosedur tertulis. Kesiapan tersebut harus dibangun menjadi kebiasaan dalam setiap aktivitas operasional.
“Keselamatan dan lingkungan harus menjadi perhatian kita semua. Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan setiap petugas memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat. Dengan begitu, jika sewaktu-waktu terjadi potensi bahaya, tim sudah tahu bagaimana bertindak dengan cepat dan tepat,” ujar Tonny Bellamy.
Menurutnya, latihan secara berkala menjadi bagian penting untuk membangun kesiapan personel. Dengan simulasi, setiap anggota tim dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing sekaligus menguji koordinasi ketika menghadapi kondisi darurat.
Cegah Pencemaran, Perkuat Budaya K3L
Selama simulasi berlangsung, peserta bekerja sama mengisolasi area terdampak dan melakukan pengendalian untuk mencegah potensi pencemaran lingkungan.
Limbah yang ditangani juga dipastikan mengikuti prosedur yang berlaku, sehingga proses penanganan tidak hanya berorientasi pada keselamatan petugas, tetapi juga pada perlindungan lingkungan di sekitar area kerja.
Selain menguji kesiapan teknis, simulasi tersebut menjadi sarana evaluasi bagi PLN UID Banten untuk melihat tingkat kesigapan tim, efektivitas koordinasi, serta pemahaman personel terhadap prosedur penanganan keadaan darurat lingkungan.
Latihan Berkala Jadi Bagian Penguatan K3L
PLN UID Banten menjadikan peningkatan kompetensi, edukasi, dan latihan secara berkala sebagai bagian dari upaya membangun budaya K3L di lingkungan kerja.
Melalui kegiatan tersebut, perusahaan berupaya memastikan personel memiliki kemampuan yang memadai dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat, termasuk risiko yang berkaitan dengan limbah B3.
Semangat “Siap Menghadapi Keadaan Darurat, Bersama Menjaga Lingkungan” menjadi bagian dari komitmen PLN UID Banten dalam menjaga keselamatan kerja sekaligus memastikan aspek lingkungan tetap menjadi perhatian dalam operasional perusahaan.
Dengan kesiapsiagaan personel yang terus diperkuat, PLN UID Banten berharap budaya keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan semakin melekat dalam setiap aktivitas kerja, sekaligus mendukung terselenggaranya operasional kelistrikan yang aman dan andal bagi masyarakat. (RST)







