Daftar Isi
- 1 Dari Wakapolda Metro Jaya, Suyudi Masuk Banten
- 2 Pilkada Jadi Ujian Awal Kepemimpinan
- 3 Polisi HEBAT Jadi Konsep yang Dibawa Suyudi
- 4 Bukan Hanya Pilkada, Penegakan Hukum Juga Jadi Catatan
- 5 Pemberantasan Narkoba Juga Menjadi Sorotan
- 6 Dari Kapolda Banten, Berlanjut ke Kepala BNN
- 7 Setahun Kemudian, Nama Suyudi Masuk Babak Calon Kapolri
- 8 Jejak Banten dalam Perjalanan Menuju Kursi Kapolri
SERANG, SEBARAYA.COM – Nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto kembali menjadi perhatian publik. Perwira tinggi Polri yang kini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut tengah memasuki salah satu fase paling penting dalam perjalanan kariernya: menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di DPR RI.
Namun, sebelum namanya berada di panggung nasional dan dipercaya memimpin lembaga yang memiliki tugas besar dalam pemberantasan narkotika, Suyudi pernah menghabiskan masa penting dalam kariernya di Provinsi Banten.
Ia pernah menjabat Kapolda Banten pada 2024–2025. Masa kepemimpinannya di Banten berlangsung ketika daerah tersebut menghadapi sejumlah agenda strategis, termasuk pengamanan Pilkada Serentak 2024, dinamika kamtibmas, penanganan tindak pidana hingga pemberantasan narkotika.
Kini, perjalanan itu memasuki babak baru.
Dari Wakapolda Metro Jaya, Suyudi Masuk Banten
Suyudi dipercaya menduduki jabatan Kapolda Banten pada 2024 setelah sebelumnya menjabat Wakapolda Metro Jaya. Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1236/VI/KEP./2024. Serah terima jabatan berlangsung di Rupatama Mabes Polri pada 29 Juli 2024.
Masuknya Suyudi ke Banten sekaligus menempatkannya di wilayah dengan karakteristik keamanan yang kompleks. Banten merupakan daerah industri, kawasan penyangga Jakarta, jalur penyeberangan Jawa-Sumatera, sekaligus memiliki sejumlah kawasan wisata dan pusat aktivitas ekonomi. Salah satu agenda besar yang langsung berada di depan mata adalah Pilkada Serentak 2024.
Pilkada Jadi Ujian Awal Kepemimpinan
Sebagai Kapolda Banten, Suyudi menempatkan pengamanan Pilkada sebagai salah satu prioritas. Ia meminta jajaran kepolisian mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk konflik antarpedukung, penyebaran hoaks dan persoalan yang dapat mengganggu proses demokrasi.
Suyudi juga mengajak tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat, pemuda serta seluruh elemen masyarakat ikut menjaga kondusivitas Banten.
Pesan tersebut menjadi penting karena pengamanan Pilkada bukan hanya berkaitan dengan jumlah personel yang diterjunkan, tetapi juga bagaimana kepolisian menjaga agar perbedaan pilihan politik tidak berkembang menjadi konflik sosial.
Polisi HEBAT Jadi Konsep yang Dibawa Suyudi
Tidak hanya berbicara soal pengamanan, Suyudi juga memperkenalkan konsep Polisi HEBAT ketika memimpin Polda Banten. HEBAT merupakan singkatan dari Humanis, Eksis, Bermanfaat, Antisipatif dan Tegas.
Konsep tersebut disampaikan dalam commander wish kepada jajaran Polda Banten.
Pesannya cukup jelas: anggota kepolisian dituntut dekat dengan masyarakat, memberikan manfaat, mampu mengantisipasi berbagai persoalan, tetapi tetap tegas dalam menjalankan tugas.
Pendekatan humanis juga disampaikan Suyudi ketika memimpin Operasi Keselamatan Maung 2025. Saat itu, personel diminta mengutamakan pendekatan simpatik dan persuasif kepada masyarakat.
Bukan Hanya Pilkada, Penegakan Hukum Juga Jadi Catatan
Selama Suyudi memimpin Polda Banten, persoalan penegakan hukum juga menjadi bagian dari agenda kepolisian. Data Polda Banten mencatat terdapat 4.155 jumlah tindak pidana yang ditangani Ditreskrimum dan jajaran sepanjang 2024. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 3.603 perkara.
Di sisi lain, penyelesaian tindak pidana tercatat sebanyak 3.509 perkara, meningkat dibandingkan 2023 yang mencapai 2.081 perkara. Angka tersebut merupakan data institusi kepolisian dan menjadi salah satu gambaran aktivitas penegakan hukum di wilayah Banten selama periode tersebut.
Pemberantasan Narkoba Juga Menjadi Sorotan
Bidang narkotika juga menjadi perhatian selama kepemimpinan Suyudi di Banten. Ditresnarkoba Polda Banten pada 2024 mencatat ratusan perkara narkotika yang ditangani, dengan ratusan tersangka diamankan dan berbagai jenis barang bukti disita.
Menariknya, beberapa bulan setelah meninggalkan Banten, Suyudi justru mendapat kepercayaan untuk memimpin Badan Narkotika Nasional. Perpindahan tugas tersebut membuat isu pemberantasan narkotika menjadi semakin dekat dengan perjalanan kariernya.
Dari Kapolda Banten, Berlanjut ke Kepala BNN
Babak baru karier Suyudi dimulai pada 2025. Ia digantikan Brigjen Pol Hengki sebagai Kapolda Banten melalui mutasi yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025. Serah terima jabatan berlangsung pada 18 Agustus 2025. Hanya beberapa hari kemudian, Suyudi mendapat kepercayaan baru di tingkat nasional.
Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kepala BNN. Jabatan tersebut membuat pengalaman Suyudi di bidang kepolisian kembali bersinggungan langsung dengan agenda pemberantasan narkotika secara nasional. Ia kemudian menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi setelah mengikuti Korps Raport kenaikan pangkat pada September 2025.
Setahun Kemudian, Nama Suyudi Masuk Babak Calon Kapolri
Perjalanan karier Suyudi kembali menjadi sorotan pada penghujung September 2026. Pimpinan DPR RI menerima Surat Presiden mengenai usulan pemberhentian dan pengangkatan Kapolri.
Nama Suyudi kemudian menjadi calon tunggal yang menjalani proses resmi di DPR.
Hari ini, 1 Oktober 2026, Komisi III DPR RI menggelar fit and proper test terhadap Suyudi sebagai calon Kapolri. Momen tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya.
Dari seorang perwira yang pernah memimpin Polda Banten, kemudian dipercaya menjadi Kepala BNN, kini Suyudi menghadapi proses politik-konstitusional untuk mendapatkan persetujuan DPR sebagai calon Kapolri.
Jejak Banten dalam Perjalanan Menuju Kursi Kapolri
Bagi masyarakat Banten, nama Suyudi Ario Seto bukanlah sosok yang sepenuhnya asing. Ia pernah memimpin Polda Banten dan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan keamanan di wilayah tersebut.
Pilkada, kriminalitas, narkotika, lalu lintas hingga hubungan kepolisian dengan masyarakat menjadi bagian dari dinamika kepemimpinannya selama berada di Banten. Setelah itu, kariernya berlanjut ke tingkat nasional sebagai Kepala BNN.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam perjalanan yang dibawa Suyudi ketika menjalani uji kelayakan sebagai calon Kapolri.
Saat ini, Suyudi belum resmi menjadi Kapolri karena proses pengangkatan masih harus melalui tahapan yang berlaku. Namun satu hal yang jelas, perjalanan dari Kapolda Banten menuju Kepala BNN dan kini menjadi calon Kapolri menunjukkan bahwa kariernya telah melewati sejumlah posisi strategis di tubuh Polri.
Babak selanjutnya kini berada di DPR RI. Hasil proses tersebut akan menentukan apakah perjalanan panjang Suyudi Ario Seto akan berlanjut ke pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia. (RST)







