SERANG, SEBARAYA.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Banten melaksanakan kegiatan Penyelenggaraan Kampung Wawasan Kebangsaan di Mutiara Carita Cottages, Kabupaten Pandeglang, Kamis 6 November 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam upaya meningkatkan cinta tanah air dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini sendiri dilaksanakan oleh Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Provinsi Banten. Hadir sebagai narasumber dari Komisi I DPRD Provinsi Banten dan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Hukum Polda Banten.
Diketahui, penyelenggaraan Kampung Wawasan Kebangsaan dilaksanakan untuk menumbuhkan kesadaran, cinta tanah air, persatuan, dan kesatuan di tengah masyarakat. Salah satunya dengan cara menanamkan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan.
Hal ini bertujuan untuk memperkuat karakter bangsa, mencegah perpecahan, serta menciptakan masyarakat yang harmonis, rukun, dan sejahtera, terutama di kalangan generasi muda.
Kabid Pembinaan Hukum Polda Banten Kombes Pol Yuliani mengatakan, program ini sejalan dengan salah satu tugas pokok Polri yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
Nilai-nilai Pancasila yang ditanamkan melalui Kampung Wawasan Kebangsaan menjadi fondasi penting dalam pencegahan konflik sosial dan penguatan persatuan. “Polri berkomitmen mendukung keberlanjutan gerakan ini melalui pendekatan pembinaan masyarakat (community policing),” ujarnya.
Ia menuturkan, dalam memelihara keamanan dan ketertiban terdapat sejumlah tantangan yang saat ini hadir. Pertama, lunturnya nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah kehidupan modern.
Kedua, meningkatnya penyebaran paham intoleransi dan radikalisme, terutama di ruang digital. Ketiga, munculnya konflik horizontal akibat perbedaan pandangan dan kepentingan sosial. “Lalu yang kelima, maraknya disinformasi dan ujaran kebencian di media sosial yang memecah persatuan,” katanya.
Yuliana menekan pentingnya, bagi aparatur pemerintah untuk memahami bahwa ada ancaman serius non fisik berupa paham yang saat ini terus menerus menggerus wawasan kebangsaan dan mencoba memecah belah masyarakat.
Ada suatu agenda bagi kelompok ini untuk menggerus persaudaraan kebangsaan kita dari berbagai sektor dimulai dari masyarakat hingga aparatur negara. “Sangat ironi, jika aparatur negara yang seharusnya menjadi teladan masyarakat justru terpapar dengan paham yang memecah belah persaudaraan sebangsa dan setanah air tersebut,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Ia memberikan sejumlah rekomendasi agar bisa menghadapi tantangan fisik maupun non fisik dalam menjaga wawasan kebangsaan.
Di antaranya, wawasan kebangsaan dimulai dari kepedulian di lingkungan terdekat. Lalu kolaborasi Kesbangpol, Polri, Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) dan generasi muda yang fondasi Indonesia Emas 2045. “Mari jaga harmoni, gotong royong, dan semangat Pancasila,” tuturnya. (Adv)







