Lampaui Nasional, Ekonomi Banten Tumbuh 5,29 Persen dan Tren Positif Diprediksi Berlanjut Hingga 2026

Taklimat Media 2025 Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten. RULIE SATRIA

SERANG, SEBARAYA.COM – Perekonomian Provinsi Banten terus menunjukkan kinerja impresif. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen (yoy) pada Triwulan III 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional yang mencapai 5,04 persen (yoy).

Hal tersebut disampaikan Kepala BI Banten Ameriza M. Moesa, dalam kegiatan Taklimat Media 2025 di Kota Serang, Kamis (6/11/2025). Menurutnya, kinerja positif ini menegaskan ketahanan ekonomi Banten di tengah dinamika global, dan pada tahun 2026 diprediksi pertumbuhan akan tetap berlanjut pada tren yang kuat.

“Pertumbuhan ekonomi Banten ditopang oleh industri pengolahan, perdagangan, pertanian, real estat, serta informasi dan komunikasi. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga, net ekspor, dan investasi menjadi pendorong utama,” ujar Ameriza.

Dengan capaian tersebut, Banten menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa, berkontribusi 6,93 persen terhadap perekonomian Jawa dan 3,87 persen terhadap nasional.

Konsumsi Rumah Tangga Meningkat, Daya Beli Tetap Kuat

Konsumsi rumah tangga Banten tumbuh solid 4,21 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh momentum musiman seperti libur sekolah, tahun ajaran baru, dan perayaan nasional seperti Hari Kemerdekaan dan Maulid Nabi.

Faktor pendukung lainnya adalah daya beli masyarakat yang terjaga dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai 120,4, inflasi stabil, serta peningkatan konsumsi listrik rumah tangga. Kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) juga memperkuat daya beli masyarakat di pedesaan, sementara tingginya mobilitas masyarakat dan kondisi ketenagakerjaan yang positif menjaga optimisme konsumsi rumah tangga hingga akhir tahun.

Ekspor Melonjak 20,50 Persen, Dorong Kinerja Industri Manufaktur

Sektor ekspor menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Banten. Kinerja net ekspor melonjak 20,50 persen (yoy), jauh meningkat dibanding triwulan sebelumnya sebesar 2,99 persen. Lonjakan ini ditopang oleh peningkatan ekspor luar negeri, terutama dari komoditas besi-baja, bahan kimia dan farmasi, plastik, serta makanan dan minuman olahan.

Peningkatan ekspor tersebut menunjukkan pemulihan permintaan global dan perbaikan rantai pasok industri, seiring bertambahnya kapasitas produksi manufaktur, khususnya pada sektor baja dan petrokimia. Penurunan impor juga memperkuat neraca perdagangan dan memperkokoh posisi Banten sebagai basis ekspor manufaktur nasional.

Investasi Tetap Kuat, Banten Catat Realisasi Tertinggi ke-4 Nasional

Dari sisi investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 3,58 persen (yoy) dengan kontribusi 1,12 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Meskipun sedikit melambat akibat efek basis tinggi, investasi tetap menunjukkan performa kuat.

Sepanjang Triwulan III 2025, realisasi PMDN mencapai Rp18,66 triliun dan PMA sebesar Rp12,19 triliun, meningkat 22,48 persen (yoy). Secara kumulatif hingga September 2025, total realisasi investasi Banten telah mencapai Rp91,5 triliun atau 142 persen dari target RKPD, menempatkan Banten di peringkat keempat nasional sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi.

Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penggerak Utama

Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan tumbuh kuat 6,53 persen (yoy), meningkat dari 4,80 persen pada triwulan sebelumnya, dengan kontribusi 2,20 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspor dan ekspansi investasi manufaktur, terutama di subsektor logam dasar, kimia, dan farmasi.

Sementara itu, LU Perdagangan Besar dan Eceran juga tumbuh signifikan 5,85 persen (yoy), didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat dan mobilitas selama periode libur serta momentum perayaan nasional. Penjualan ritel, kendaraan bermotor, dan bahan bakar mencatat tren positif seiring inflasi yang terkendali.

Pertanian Pulih Kuat, Produksi Pangan Meningkat 16,3 Persen

Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pemulihan kuat setelah sempat melemah di triwulan sebelumnya. Produksi pangan meningkat berkat cuaca kondusif dan pergeseran musim panen, terutama di wilayah Pandeglang dan Lebak.

Berdasarkan data BPS, luas panen padi Banten hingga akhir 2025 diperkirakan mencapai 347.700 hektare, naik 16,25 persen dari 2024. Total produksi pertanian mencapai 2,17 juta ton, meningkat 16,3 persen dibanding tahun sebelumnya.

Optimisme 2026: Ekonomi Banten Diproyeksi Terus Menguat

Kepala BI Banten menegaskan, tren positif ini akan berlanjut hingga tahun depan. Didukung stabilitas harga, mobilitas masyarakat yang tinggi, serta iklim investasi yang kondusif, perekonomian Banten diprediksi akan terus tumbuh di 2026.

“Kami melihat prospek ekonomi Banten 2026 tetap positif. Dengan dukungan sektor industri, konsumsi rumah tangga yang kuat, serta proyek-proyek strategis nasional yang berjalan, pertumbuhan akan berlanjut secara berkelanjutan,” tutup Ameriza. (RST)

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait