JAKARTA, SEBARAYA.COM – Transformasi hijau yang dijalankan PT PLN (Persero) kembali membuahkan hasil gemilang. PLN Group sukses memborong 46 penghargaan PROPER Emas dan Hijau dalam ajang penilaian kinerja lingkungan yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Capaian ini menjadi bukti konkret konsistensi PLN dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh lini bisnisnya—mulai dari energi baru terbarukan hingga efisiensi energi.
Dalam PROPER 2025, PLN Group meraih total 46 penghargaan, terdiri dari 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau. Rinciannya, PLN Indonesia Power menyumbang 7 PROPER Emas dan 22 PROPER Hijau, PLN Nusantara Power meraih 4 PROPER Emas dan 12 PROPER Hijau, serta PLN Holding memperoleh 1 PROPER Hijau.
PROPER Emas sendiri merupakan peringkat tertinggi yang diberikan kepada perusahaan yang tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga unggul dalam inovasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Sementara PROPER Hijau diberikan kepada perusahaan yang telah melampaui standar kepatuhan melalui praktik bisnis berkelanjutan.
Tak hanya itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, juga dianugerahi penghargaan Green Leadership PROPER atas perannya dalam mendorong transformasi PLN menuju perusahaan utilitas berkelanjutan.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa PROPER bukan sekadar simbol, tetapi indikator nyata kinerja perusahaan dalam menjaga lingkungan. “Predikat ini diharapkan mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan kontribusi, baik di tingkat nasional maupun global,” ujarnya saat penyerahan penghargaan di Jakarta, Selasa (7/4).
Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi agar capaian PROPER Emas tidak berhenti sebagai prestasi sesaat, melainkan menjadi standar operasional berkelanjutan.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani, mengungkapkan bahwa jumlah peserta PROPER 2025 mencapai 5.476 perusahaan—meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya.
“PROPER bertujuan mendorong perusahaan tidak hanya patuh, tetapi juga melampaui kepatuhan atau beyond compliance,” jelasnya.
Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi validasi atas arah transformasi PLN yang semakin progresif. “Penghargaan ini menjadi pelecut bagi PLN untuk terus mempercepat transisi energi dan mendukung target Net Zero Emissions 2060,” ujarnya.
Dalam lima tahun terakhir, PLN mencatat lonjakan signifikan dalam upaya dekarbonisasi. Reduksi emisi gas rumah kaca meningkat hampir empat kali lipat, dari 12,9 juta ton CO₂ pada 2021 menjadi 51,1 juta ton CO₂ pada 2025.
Capaian ini didorong oleh berbagai langkah strategis, mulai dari pengembangan energi baru terbarukan yang telah mencapai 9,4 gigawatt (GW), implementasi co-firing biomassa di puluhan PLTU, hingga pengembangan teknologi rendah emisi dan pembangkit berbasis gas.
“Transformasi PLN tidak hanya fokus pada keandalan listrik, tetapi juga keberlanjutan. Kami berkomitmen menghadirkan energi yang bersih, andal, dan terjangkau,” tambah Darmawan.
Deretan penghargaan PROPER ini menjadi sinyal kuat bahwa PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik nasional, tetapi juga sebagai motor utama transisi energi bersih di Indonesia. (RST)







