Gertam Serentak PM-AAS Digelar, BRMP Banten Genjot Produksi Beras Lewat Pertanian Modern

SERANG, SEBARAYA.COM – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani terus dilakukan di Provinsi Banten. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten bersama Bank Indonesia (BI) dan pemerintah daerah se-Banten menggelar Gerakan Tanam (Gertam) Serentak Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS).

Kegiatan yang berlangsung di lahan Kelompok Tani Priangan Mukti 1, Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (15/9/2026), menjadi langkah strategis mempercepat tanam sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat produksi beras Banten, menjaga ketersediaan pangan, serta mendukung stabilitas ekonomi daerah.

Produksi Beras Banten Jadi Perhatian

Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) BPS dan Kementerian Pertanian September 2026, produksi beras Banten pada periode Januari–Oktober 2026 tercatat 937.610 ton.

Angka tersebut mengalami penurunan 31.291 ton atau 3,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 968.901 ton.

Penurunan produksi sejalan dengan berkurangnya luas panen dari 330.882 hektare menjadi 327.178 hektare. Luas panen tercatat turun 3.705 hektare, sementara produktivitas berkurang dari 5,14 ton per hektare menjadi 5,03 ton per hektare.

Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi pemulihan yang tidak hanya berfokus pada penambahan luas tanam, tetapi juga peningkatan produktivitas di setiap hektare lahan pertanian.

Gertam PM-AAS Terhubung ke Lima Wilayah

Kegiatan Gertam dipimpin Kepala BRMP Banten Andry Polos, S.Kom., M.Si., dan diikuti Wali Kota Serang Agis Nur Aulia, Kepala Ekonomi Pembangunan Provinsi Banten, Direktur Hilirisasi Ditjen Tanaman Pangan, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal, Direktur PEPI, serta sejumlah pejabat lingkup Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Banten.

Turut hadir penyuluh pertanian, kelompok tani, dan petani setempat.

Pelaksanaan Gertam dipusatkan di Kelurahan Kilasah dan terhubung secara daring dengan empat titik kegiatan lainnya di Kabupaten Tangerang, Lebak, Pandeglang, dan Kabupaten Serang.

Gerakan tanam serentak ini menjadi bentuk sinergi lintas sektor untuk mempercepat peningkatan produksi pangan melalui penerapan sistem pertanian yang lebih efisien dan berbasis teknologi.

Strategi Dual-Track Pulihkan Produksi Beras

BRMP Banten mengarahkan pemulihan produksi melalui pendekatan dual-track atau dua jalur strategi.

Track A: Pemulihan luas panen

Jalur pertama berfokus pada peningkatan kuantitas produksi melalui:

  • Luas Tambah Tanam (LTT) reguler.
  • Program Optimalisasi Lahan (OPLAH).
  • Pengembangan padi gogo.

Strategi ini diarahkan untuk memulihkan luas panen sekaligus memperkuat kapasitas produksi beras di wilayah Banten.

Track B: Peningkatan produktivitas

Jalur kedua berfokus pada peningkatan kualitas produksi melalui implementasi PM-AAS.

Sistem pertanian modern ini mengintegrasikan mekanisasi, teknologi digital, dan pertanian presisi untuk meningkatkan hasil panen per hektare sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Berdasarkan kebutuhan intervensi wilayah, defisit produksi terbesar tercatat di Pandeglang, Lebak, Tangerang, dan Kota Serang. Sementara itu, Kabupaten Serang menjadi salah satu wilayah benchmark dalam pengembangan pertanian.

Gunakan Drum Seeder, Tanam Padi Lebih Efisien

Dalam pelaksanaan Gertam, proses penanaman dilakukan menggunakan drum seeder. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja dalam kegiatan tanam padi.

Kebutuhan benih diperkirakan sekitar 70 kilogram per hektare. Benih yang digunakan telah mendapat perlakuan untuk membantu melindungi dari serangan burung dan hewan lainnya.

Penerapan PM-AAS diharapkan dapat mendorong pertanian Banten menjadi lebih produktif, efisien, adaptif, dan berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi modern juga menjadi langkah untuk meningkatkan hasil produksi tanpa hanya mengandalkan penambahan luas lahan.

1.000 Hektare PM-AAS Berpotensi Hasilkan 5.630 Ton Beras

BRMP Banten mendorong implementasi PM-AAS sebagai salah satu instrumen untuk memperkecil kesenjangan produksi beras di Banten.

Berdasarkan perhitungan dalam program, implementasi PM-AAS pada lahan seluas 1.000 hektare diperkirakan menghasilkan sekitar 5.630 ton beras.

Angka tersebut setara sekitar 18 persen dari kesenjangan produksi beras Banten sebesar 31.291 ton.

Perkiraan tersebut menggunakan asumsi:

  • Panen efektif 95 persen.
  • Produktivitas rata-rata 10,40 ton gabah kering giling (GKG) per hektare.
  • Konversi gabah menjadi beras sebesar 0,57.

Dengan demikian, PM-AAS menjadi salah satu langkah penting yang perlu berjalan beriringan dengan percepatan luas tanam melalui LTT, OPLAH, dan padi gogo.

BRMP Banten: Produksi Harus Bermuara pada Kesejahteraan Petani

Kepala BRMP Banten Andry Polos menegaskan, pelaksanaan Gertam PM-AAS tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar peningkatan tonase produksi.

Menurutnya, peningkatan produktivitas pertanian harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani.

Peningkatan produksi beras diharapkan mampu memperkuat ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan. Pada akhirnya, kondisi tersebut turut mendukung pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi daerah.

Hal ini menjadi titik temu penting dalam sinergi BRMP Banten, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Wali Kota Serang Apresiasi Kolaborasi Pertanian Modern

Sementara itu, Wali Kota Serang Agis Nur Aulia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Gertam Serentak PM-AAS yang melibatkan berbagai pihak.

Ia menilai kolaborasi dan sinergi menjadi kunci penting dalam mengakselerasi peningkatan produksi pangan, khususnya menghadapi tantangan pertanian saat ini.

Menurut Agis, kerja sama antara pemerintah, lembaga terkait, penyuluh, dan petani menjadi kekuatan bersama untuk mendorong kemajuan sektor pertanian.

Pelaksanaan Gertam PM-AAS di Kelurahan Kilasah pun diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong dalam membangun pertanian Banten yang lebih maju dan produktif.

Pertanian Modern Jadi Harapan Ketahanan Pangan Banten

Melalui Gerakan Tanam Serentak PM-AAS, BRMP Banten bersama Bank Indonesia dan pemerintah daerah terus mendorong transformasi pertanian berbasis teknologi.

Percepatan tanam, peningkatan produktivitas, efisiensi tenaga kerja, serta penguatan kapasitas petani menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pangan yang lebih tangguh.

Dengan sinergi yang berkelanjutan, pertanian modern diharapkan mampu meningkatkan produksi beras, memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani di Provinsi Banten. (RST) 

 

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait