SERANG, SEBARAYA.COM – Manajemen PT Jamkrida Banten kembali menjadi sorotan publik setelah Direktur perusahaan tersebut diduga menghindari wartawan yang hendak meminta klarifikasi terkait kasus dugaan perselingkuhan yang menyeret salah satu pegawainya berinisial RS. Insiden ini terjadi saat sejumlah wartawan kembali untuk kedua kalinya, mendatangi kantor PT Jamkrida Banten untuk melakukan konfirmasi, Senin (5/1/2026).
Kedatangan wartawan bukan tanpa alasan. Mereka ingin memastikan status kepegawaian RS di lingkungan PT Jamkrida Banten serta menanyakan apakah sudah ada langkah atau sanksi tegas dari pimpinan perusahaan atas kasus yang tengah ramai diperbincangkan publik.
Namun, upaya konfirmasi tersebut tidak membuahkan hasil. Para wartawan mengaku telah menunggu selama hampir dua jam, namun tidak mendapat penjelasan resmi dari pihak manajemen.
“Kami kembali mendatangi kantor PT Jamkrida Banten hanya untuk meminta klarifikasi. Apakah status kepegawaian RS masih aktif, apakah sudah ada tindakan dari pimpinan, dan kalau belum, apa alasannya. Itu saja. Tapi justru kami kembali dihindari,” ujar salah satu wartawan di lokasi.
Situasi makin memicu kekecewaan setelah diketahui Direktur PT Jamkrida Banten justru meninggalkan kantor, meski mengetahui ada sejumlah awak media yang tengah menunggunya.
“Ini sangat disayangkan. Sebagai pimpinan, seharusnya ada etika dan itikad baik untuk memberi penjelasan. Sikap menghindar seperti ini justru menimbulkan tanda tanya besar di publik,” tambah wartawan tersebut.
Kasus Dugaan Perselingkuhan Jadi Pemantik
Sebelumnya, RS diduga terlibat hubungan terlarang dengan seorang pria berinisial A, yang diketahui merupakan suami dari korban berinisial L. Dugaan perselingkuhan tersebut disebut berdampak besar terhadap kehidupan L, baik secara ekonomi maupun psikologis.
Korban mengaku kehilangan seluruh asetnya, mulai dari tanah, rumah, hingga kendaraan, yang disebut terjual hingga mencapai nilai sekitar Rp1,5 miliar. Selain itu, L juga harus menanggung cicilan utang dan kini terpaksa tinggal di rumah kontrakan.
Tak hanya itu, L mengaku semakin terpukul setelah menemukan video mesum yang diduga menampilkan adegan tak senonoh antara suaminya dan perempuan yang diduga sebagai orang ketiga.
Puncak emosi korban terjadi ketika L mendatangi kantor RS di Kota Serang untuk melabrak yang bersangkutan. Aksi tersebut direkam dan tersebar luas di media sosial hingga viral, memantik gelombang reaksi warganet serta sorotan tajam terhadap institusi tempat RS bekerja. (RST)







