Kadisdikbud Kota Serang Tinjau Sekolah Terendam Banjir, PJJ Siap Diterapkan Demi Keselamatan Siswa

Kadisdikbud Kota Serang, Ahmad Nuri (kanan), saat tinjau langsung SD Negeri Pamarican 1 yang terdampak bencana banjir, Minggu (4/1/2026). ISTIMEWA

SERANG, SEBARAYA.COM – Intensitas curah hujan tinggi yang melanda Kota Serang beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Dampaknya tidak hanya dirasakan permukiman warga, tetapi juga fasilitas pendidikan. Beberapa sekolah dilaporkan terendam air dengan ketinggian cukup parah, Minggu (4/1/2026).

Sekolah yang terdampak di antaranya SMP Negeri 25 Kota Serang yang berlokasi di Jalan Raya Pontang, Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, serta SD Negeri Pamarican 1 dan SD Negeri Pamarican 2 di Jalan Bio Banten, Desa Banten, Kecamatan Kasemen.

Di kawasan sekolah tersebut, ketinggian air mencapai sekitar 60 hingga 70 sentimeter, menggenangi hampir seluruh area sekolah, mulai dari ruang kelas hingga halaman. Kondisi ini membuat aktivitas belajar mengajar tidak memungkinkan untuk dilakukan secara tatap muka.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, turun langsung ke lokasi untuk meninjau dampak banjir, khususnya di SD Negeri Pamarican 1 dan 2.

“Ini pemeriksaan pertama, posisinya banjir hampir 60 sampai 70 sentimeter atau setinggi paha orang dewasa,” ujar Ahmad Nuri saat berada di lokasi.

Ia menegaskan bahwa banjir berdampak secara menyeluruh terhadap fasilitas sekolah. “Semua ruang kelas kena banjir, baik di SD Pamarican 1 maupun SD Pamarican 2,” katanya.

Menurut Ahmad Nuri, banjir di kawasan tersebut sulit surut lantaran aliran air berasal dari wilayah belakang sekolah. Selama aliran tersebut belum berhenti, genangan dipastikan masih akan bertahan.

“Kalau air dari belakang belum surut, di sini juga belum bisa surut. Jika besok, Senin (5/1/2026), kondisi masih belum memungkinkan, maka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan dialihkan ke sistem daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Kebijakan PJJ tersebut, lanjut Ahmad Nuri, diambil untuk menjamin keselamatan siswa, guru, dan seluruh tenaga kependidikan, sekaligus menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar.

Ia juga menilai upaya penyedotan air tidak akan efektif selama debit air terus mengalir ke area sekolah. Secara geografis, lokasi sekolah memang berada di titik yang rawan banjir. “Posisinya memang berat,” ungkapnya singkat.

Selain penanganan darurat, Ahmad Nuri meminta agar kondisi SD Negeri Pamarican 1 dan 2 segera dikaji secara serius untuk solusi jangka panjang. “Tolong ini dikaji secara menyeluruh, termasuk kemungkinan peninggian bangunan atau penataan ulang konstruksi sekolah,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Serang telah menyiapkan kebijakan strategis untuk pembangunan sekolah melalui mekanisme lelang dini. “Insyaallah, dengan kebijakan Pak Wali Kota, pembangunan SD Pamarican 1 dan 2 akan segera dilakukan melalui lelang dini,” ujarnya.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan dan pembangunan infrastruktur sekolah agar lebih aman serta minim risiko banjir di masa mendatang.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi sekolah terdampak banjir dan memastikan proses pendidikan tetap berjalan, meski harus dilakukan secara daring hingga situasi dinyatakan aman. (RST)

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait