LEBAK, SEBARAYA.COM – BPJS Kesehatan menyalurkan 857 bibit tanaman kepada Desa Talaghiyang, Kabupaten Lebak, Banten, melalui program Organizational Social Responsibility (OSR) Gerakan Hijau JKN Indonesia Sehat. Program ini menjadi langkah nyata mendorong pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang pemanfaatan lahan produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Bantuan tersebut terdiri dari bibit nangka, durian, rambutan, dan manggis. Selain mendukung penghijauan, tanaman produktif ini diharapkan mampu memperkuat kepedulian warga terhadap lingkungan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah IV, Yessi Kumalasari, mengatakan lingkungan yang terjaga memiliki hubungan erat dengan kualitas kesehatan masyarakat. Karena itu, upaya meningkatkan kesehatan tidak cukup hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga perlu didukung lingkungan yang bersih, lestari, dan sehat.
“Lingkungan dan kesehatan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Lingkungan yang terjaga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat. Melalui kegiatan Gerakan Hijau JKN Indonesia Sehat, kami berharap dapat mendorong kepedulian bersama untuk menjaga lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” ujar Yessi.
Menurutnya, berbagai persoalan lingkungan, mulai dari berkurangnya tutupan hutan, terbatasnya daerah resapan air, pencemaran, hingga kebakaran hutan dan lahan, menjadi tantangan yang perlu dihadapi melalui kolaborasi berbagai pihak.
Sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan berupaya mengambil bagian dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan tanggung jawab sosial organisasi. Gerakan Hijau JKN Indonesia Sehat menjadi salah satu upaya untuk mengajak masyarakat terlibat langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan.
857 Bibit Tanaman Diharapkan Beri Manfaat Ekonomi
Yessi menegaskan, keberhasilan program penghijauan tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang disalurkan atau ditanam, tetapi juga dari keberlanjutan perawatannya hingga tanaman tumbuh dan memberikan manfaat nyata.
“Keberhasilan kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga pada bagaimana tanaman tersebut dirawat hingga memberikan manfaat jangka panjang. Oleh karena itu, kami mengharapkan partisipasi seluruh pihak, khususnya masyarakat Desa Talaghiyang, agar kolaborasi ini dapat mewujudkan lingkungan yang lestari dan masyarakat yang lebih sehat,” tambahnya.
Pemilihan tanaman produktif diharapkan memberikan manfaat ganda. Dari sisi lingkungan, tanaman dapat mendukung penghijauan dan menjaga kualitas ekosistem. Sementara dari sisi ekonomi, hasil tanaman berpotensi dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas lahan dan memberikan nilai tambah pada masa mendatang.
Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam merawat bibit menjadi faktor penting agar bantuan yang diberikan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi gerakan penghijauan yang berkelanjutan.
Pemkab Lebak Apresiasi Kolaborasi BPJS Kesehatan
Asisten Daerah II Kabupaten Lebak, Rahmat, mengapresiasi kolaborasi BPJS Kesehatan dengan Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Gerakan Hijau JKN Indonesia Sehat.
Menurut Rahmat, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pembangunan daerah yang memperhatikan kelestarian lingkungan serta mendukung terwujudnya Kabupaten Lebak yang Ruhay.
“Pemerintah Kabupaten Lebak menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BPJS Kesehatan atas kolaborasi yang telah terjalin. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Lebak yang Ruhay. Apresiasi terhadap kolaborasi ini juga mendapat perhatian langsung dari Bupati Lebak,” ujar Rahmat.
Ia berharap bantuan 857 bibit tanaman tersebut dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik oleh pemerintah desa bersama masyarakat. Dengan perawatan yang konsisten, tanaman diharapkan tumbuh optimal, mendukung kelestarian lingkungan, serta membuka peluang manfaat ekonomi bagi warga.
Melalui program ini, BPJS Kesehatan berharap sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat semakin kuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Gerakan Hijau JKN Indonesia Sehat menjadi pengingat bahwa upaya mewujudkan masyarakat sehat juga perlu berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Dengan penghijauan yang berkelanjutan dan pemanfaatan lahan secara produktif, Desa Talaghiyang diharapkan dapat memperoleh manfaat lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat menuju Indonesia Sehat. (RST)







