SERANG, SEBARAYA.COM – Kepolisian Daerah Banten menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Maung 2026 sebagai tanda dimulainya pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran. Apel tersebut dilaksanakan di Lapangan Apel Mapolda Banten, Kamis (12/03).
Apel dipimpin langsung oleh Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, bersama Gubernur Banten Andra Soni dan Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Daru Cahyadi Soeprapto,
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan Hermanta, Wakapolda Banten Hendra Wirawan, para pejabat utama kepolisian, serta unsur TNI, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait.
Apel ini digelar sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel, sarana, serta prasarana dalam rangka mengamankan arus mudik dan arus balik Idul Fitri di wilayah hukum Polda Banten.
Kapolda Banten menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Maung 2026 merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan lancar.
Operasi tersebut akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 3.972 personel gabungan. “Operasi Ketupat Maung 2026 dilaksanakan selama 13 hari mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026 dengan melibatkan sebanyak 3.972 personel gabungan,” ujar Kapolda Banten.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.178 personel berasal dari Polda Banten, 73 personel dari BKO Mabes Polri, serta 1.721 personel dari berbagai instansi terkait.
Selain personel, aparat juga menyiapkan berbagai sarana pendukung untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran. “Kami juga telah menyiapkan 6 Pos Terpadu, 39 Pos Pengamanan, 10 Pos Pelayanan, serta 2 Pos SAR yang didukung pos kesehatan dan fasilitas ibadah guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” jelas Kapolda.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa apel gelar pasukan ini menjadi simbol kesiapsiagaan seluruh unsur pengamanan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama momentum mudik Lebaran.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan, komitmen, dan sinergi seluruh unsur pengamanan untuk menjaga keamanan, ketertiban serta kelancaran arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” ujar Andra.
Pemerintah Provinsi Banten juga memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan operasi tersebut dengan menyiapkan ratusan personel dari berbagai instansi.
Di antaranya 221 tenaga kesehatan, 186 personel Dinas Perhubungan, serta 180 personel Satpol PP, yang dilengkapi sarana prasarana pendukung seperti posko pemantauan dan 13 posko pengatur lalu lintas.
Gubernur berharap sinergitas antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dapat memastikan masyarakat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang terlibat dalam Operasi Ketupat Maung 2026. Semoga dengan dedikasi seluruh petugas, masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, tertib, dan nyaman,” tutupnya.
Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026 ini, diharapkan seluruh rangkaian pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Banten dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (RST)







