Mengenai posisi duduknya di antara Helldy dan Sanuji, ia menyatakan bahwa ia tidak yang mengatur hal tersebut.
“Saya bukan yang mengatur posisi duduk di antara Helldy dan Sanuji,” ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan kembali berkecimpung dalam politik pada tahun 2024, Mumu menjelaskan, biarlah Helldy Agsutian kembali maju dan menjadi walikota dua periode.
“Tidak ada hubungannya, saya fokus pada pendidikan dulu dan saya tetap harus mengawasi Cilegon,” tuturnya.
“Jika Pak Helldy maju lagi, biarlah beliau menjadi Walikota dua periode, saya fokus pada pendidikan saja,” tegasnya.
Sebagai tokoh Cilegon, Mumu mengaku baru kali ini mengunjungi kantor pemerintah, terutama ruang Walikota Cilegon.
“Ini adalah kali pertama saya mengunjungi kantor walikota, rasanya dulu kurang layak masuk, sekarang suasana lebih baik dan menyenangkan untuk dilihat,” paparnya.
“Jika kantor itu kotor, kumuh, dan buruk, marwah kepala daerah akan tercoreng,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mumu juga menegaskan bahwa keberadaan Helldy merupakan titik balik perubahan bagi Kota Cilegon.
Pembangunan terasa nyata, berbagai masalah dapat dipecahkan, perubahan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi meningkat.
“Dua tahun terakhir sangat sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kini juga tersedia beasiswa penuh untuk sarjana” jelasnya.







