Parade Kemenangan Timnas U-22: Kisah Kemacetan, Pelanggaran, Penangkapan Copet, hingga Permohonan Maaf Menpora

Parade Kemenangan Timnas U-22

“Diperkirakan semua orang akan merasa gembira, namun kenyataannya banyak yang marah karena harus masuk kerja,” ujar netizen lainnya.

“Tidak ada pergerakan sama sekali menuju HI, haha,” tulis akun @Kkaicastle.

Bacaan Lainnya
  1. Polisi Tangkap 3 Orang Copet Selama Parade Timnas U-22

Polsek Tanah Abang berhasil menangkap tiga orang copet yang beraksi di tengah kerumunan warga yang sedang menyaksikan parade Timnas U-22 di depan Gedung Kemenpora, Jakarta Pusat, pada hari Jumat. Ketiganya berhasil ditangkap di dua lokasi yang berbeda, yaitu di depan Gedung Kemenpora dan di depan Gedung TVRI.

Kompol Kukuh Islami, Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan interogasi terhadap ketiga orang tersebut setelah berhasil ditangkap. Kukuh belum dapat menjelaskan secara rinci tentang barang bukti apa saja yang telah diamankan dari tangan pelaku, karena pelaku masih dalam proses interogasi.

“Ya, (benar telah menangkap tersangka copet), mereka masih dalam proses interogasi,” ungkap Kukuh saat dikonfirmasi.

  1. Menpora Meminta Maaf

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, menyampaikan permohonan maafnya karena parade Timnas Sepak Bola Indonesia U-22 di Jalan Sudirman – Thamrin hingga Stadion Utama Gelora Bung Karno telah menyebabkan kemacetan lalu lintas pada hari Jumat (19/5/2023).

“Terima kasih juga kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, kami minta maaf karena hari ini selama 2 jam kami menyebabkan kemacetan, namun semangatnya sangat positif,” ujar Dito dalam sambutannya di GBK, Senayan, Jakarta Pusat.

Dito juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada masyarakat Indonesia, khususnya DKI Jakarta, yang telah mendukung dan memeriahkan parade keberhasilan Garuda Muda meraih medali emas dalam cabang olahraga sepak bola di SEA Games 2023 Kamboja.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh kontingen yang telah berjuang hingga Indonesia mendapatkan 87 medali emas, 80 medali perak, dan 109 medali perunggu. Hasil ini merupakan pencapaian medali terbanyak Indonesia sejak 2013 yang terakhir kali berhasil mendapatkan 80 medali emas.

“Dan juga kepada teman-teman yang ada di GBK hari ini, saya ucapkan terima kasih karena telah mendukung seluruh kontingen Indonesia dan mendoakan kita meraih juara sepak bola setelah 32 tahun, dan juga pencapaian medali kita yang mencapai 87 emas, 80 perak, dan 109 perunggu,” ungkapnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *