CILEGON, SEBARAYA.COM – Bank Indonesia memperluas akses layanan kepada masyarakat di wilayah kepulauan Banten. Melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten (KPwBI Banten), masyarakat Pulau Tunda dan Pulau Panjang mendapatkan layanan kas keliling, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, QRIS, pelindungan konsumen, hingga layanan kesehatan gratis.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, TNI AL, perbankan, OJK, dan Rumah Sakit Fatimah untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan literasi mengenai Rupiah dan transaksi digital.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia memastikan kebutuhan uang Rupiah masyarakat di wilayah kepulauan tetap terpenuhi, baik dari sisi jumlah, pecahan yang sesuai kebutuhan, maupun kondisi uang yang layak edar.
Kas Keliling Jangkau Wilayah Kepulauan
Sesuai amanat UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), Bank Indonesia memiliki peran dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran serta memenuhi kebutuhan Rupiah di masyarakat.
Untuk menjalankan peran tersebut, Bank Indonesia menyediakan layanan kas secara langsung maupun melalui sinergi dengan perbankan sebagai bagian dari upaya memperluas akses dan distribusi uang Rupiah layak edar.
Di Banten, layanan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari kas keliling dalam kota, kas keliling luar kota, hingga kas keliling di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Layanan di Pulau Tunda dan Pulau Panjang menjadi bagian dari komitmen tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara Bank Indonesia, Lanal Banten, Pemerintah Kabupaten Serang, dan Pemerintah Kota Cilegon dalam memenuhi kebutuhan uang Rupiah masyarakat di wilayah kepulauan.
Edukasi Rupiah hingga QRIS
Selain menghadirkan layanan kas, KPwBI Banten memberikan edukasi publik mengenai CBP Rupiah, QRIS, dan pelindungan konsumen.
Edukasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya Rupiah, mendorong pemanfaatan transaksi pembayaran digital, serta meningkatkan kesadaran mengenai keamanan dan pelindungan konsumen ketika melakukan transaksi.
Dalam edukasi CBP Rupiah, masyarakat diajak untuk Cinta Rupiah dengan mengenali ciri keaslian uang melalui metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
Masyarakat juga diingatkan untuk merawat uang Rupiah melalui prinsip 5J, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi.
Tak hanya itu, masyarakat diajak Bangga Rupiah sebagai simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa. Keberagaman Indonesia tercermin melalui gambar pahlawan, destinasi wisata, serta kebudayaan Nusantara yang terdapat pada uang Rupiah.
Sementara itu, Paham Rupiah diwujudkan melalui perilaku bijak dalam bertransaksi, berbelanja, dan mengelola pengeluaran.
Masyarakat didorong untuk menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi, mendukung produk dalam negeri dan UMKM, serta menerapkan prinsip “Belanja Bijak” dengan membeli sesuai kebutuhan, bukan semata-mata keinginan.
Masyarakat Pulau Dapat Layanan Kesehatan Gratis
Sinergi dalam kegiatan tersebut juga diperluas melalui layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Pulau Tunda dan Pulau Panjang. Bank Indonesia bekerja sama dengan Rumah Sakit Fatimah untuk menghadirkan layanan kesehatan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya memperluas akses masyarakat kepulauan terhadap layanan kesehatan.
Kehadiran layanan tersebut dinilai penting mengingat masyarakat di wilayah kepulauan menghadapi tantangan tersendiri dalam memperoleh akses terhadap berbagai layanan, termasuk kesehatan.
Melalui kolaborasi lintas lembaga, kegiatan di Pulau Tunda dan Pulau Panjang tidak hanya menghadirkan layanan kas, tetapi juga memperkuat literasi masyarakat mengenai Rupiah dan transaksi digital serta memberikan manfaat langsung melalui layanan kesehatan.
KPwBI Banten memandang perluasan akses layanan dan penguatan literasi masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan.
Sinergi tersebut diharapkan dapat membuat layanan Bank Indonesia semakin dekat dengan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya sistem pembayaran yang inklusif dan pemanfaatan Rupiah yang baik di seluruh wilayah Banten.
Bank Indonesia terus memperkuat sinergi untuk menghadirkan layanan yang semakin dekat, mudah, dan bermanfaat bagi masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan. (RST)







