KABUPATEN TANGERANG, SEBARAYA.COM – Universitas Syeikh Nawawi Banten (USNB) menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan ke-2 dengan penuh khidmat dan semangat optimisme di Kabupaten Tangerang, Sabtu (25/4/2026). Momentum ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan institusi yang terus berkembang sejak berdiri pada 2016 sebagai STIF Syeikh Nawawi Tanara.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Syeikh Nawawi Al Bantani, Ma’ruf Amin, jajaran pemerintah daerah, akademisi, hingga para orang tua wisudawan.
Rektor USNB, Hj. Siti Haniatunnisa, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda sekaligus mengapresiasi dukungan berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Tangerang yang untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah pelaksanaan wisuda.
“Ini adalah perjalanan panjang yang penuh dinamika. Namun karena ini adalah perjuangan dalam membangun pendidikan dan peradaban, kami tetap optimis untuk terus bergerak dan berkembang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf Amin memberikan apresiasi terhadap perkembangan USNB yang dinilai konsisten mengembangkan pendidikan berbasis nilai keislaman yang terintegrasi dengan keilmuan modern. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan moral di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Perguruan tinggi harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan memiliki kontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” tegasnya.
Pada momentum wisuda ini, USNB juga menegaskan langkah strategis dengan membuka dua program studi baru di bawah Fakultas Sains dan Teknologi, yakni Informatika dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Kedua program tersebut telah mengantongi izin operasional dari LLDIKTI di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Rektor Hj. Siti Haniatunnisa menyebut, pembukaan program studi ini merupakan bagian dari visi besar kampus dalam menyiapkan generasi unggul di bidang teknologi yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
“Langkah ini bukan sekadar pengembangan akademik, tetapi bagian dari ikhtiar besar kami dalam membangun generasi masa depan yang menguasai teknologi sekaligus memiliki kedalaman nilai dan adab,” jelasnya.
Usung Konsep Kampus Peradaban
USNB juga menegaskan arah pengembangannya sebagai Kampus Peradaban dengan mengusung konsep integrasi turats, riset, dan sains modern. Gagasan ini diwujudkan melalui konsep Majma’ul Bahrain sebagai simbol pertemuan dua samudera ilmu serta Baitul Hikmah sebagai paradigma pengembangan ilmu yang berorientasi pada pembangunan peradaban.
“Ilmu tidak boleh terpisah dari nilai. Ilmu harus kembali utuh, terarah, dan menjadi cahaya bagi kehidupan,” tegas Rektor.
Dalam rangka memperkuat institusi, USNB juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik nasional maupun internasional. Kerja sama ini mencakup pengembangan sumber daya manusia, kurikulum, riset, hingga program internasionalisasi kampus.
Sejumlah kolaborasi strategis telah dijalin, di antaranya dengan Institut Teknologi Bandung, serta mitra internasional seperti Chongqing University of Posts and Telecommunications dan Southwest University melalui program double degree. Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan Universitas Islam Internasional Indonesia.
Pesan untuk Wisudawan
Kepada para wisudawan, Rektor berpesan agar menjadikan ilmu sebagai jalan kemaslahatan serta mampu mengintegrasikan ilmu dan nilai dalam kehidupan. “Hari ini kalian tidak hanya menerima ijazah, tetapi diutus sebagai pembawa peradaban. Jadilah cahaya di tengah masyarakat dan berikan solusi atas berbagai persoalan,” pesannya.
Wisuda ini sekaligus menegaskan komitmen USNB dalam melahirkan generasi ulama, saintis, serta sumber daya manusia unggul yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak kuat dan siap berkontribusi dalam membangun peradaban masa depan. (RST)







