SERANG, SEBARAYA.COM – Keselamatan berkendara menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan oleh setiap pengendara sepeda motor. Salah satu faktor terbesar penyebab kecelakaan di jalan raya adalah kecepatan kendaraan yang tidak terkendali.
Melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, Honda Banten mengajak masyarakat untuk lebih memahami pentingnya mengontrol kecepatan demi menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Instruktur Safety Riding Honda Banten, Opan Sopandi, menjelaskan bahwa kecepatan berlebih dapat mengurangi kemampuan pengendara dalam mengantisipasi berbagai potensi bahaya di jalan.
“Ketika kecepatan meningkat, jarak pengereman kendaraan juga akan semakin panjang. Motor yang melaju dengan kecepatan rendah masih memiliki peluang lebih besar untuk berhenti dengan aman. Namun jika pengendara melaju terlalu cepat, kendaraan membutuhkan jarak lebih jauh untuk berhenti sehingga risiko terjadinya tabrakan menjadi lebih tinggi,” ujar Opan Sopandi.
Menurutnya, kecepatan tinggi juga membuat sudut pandang pengendara menjadi lebih sempit sehingga sulit memperhatikan kondisi sekitar secara maksimal.
Akibatnya, pengendara menjadi lebih lambat merespons kendaraan lain, pejalan kaki, maupun perubahan kondisi jalan yang terjadi secara tiba-tiba.
Honda Banten menegaskan bahwa pentingnya mengontrol kecepatan juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 111 Tahun 2015.
Dalam aturan tersebut disebutkan batas kecepatan maksimal kendaraan di Indonesia, yakni kawasan pemukiman maksimal 30 km/jam, kawasan perkotaan 50 km/jam, jalan antarkota 80 km/jam, dan jalan arteri khusus maksimal 60 km/jam untuk lajur sepeda motor.
Karena itu, pengendara diimbau selalu menyesuaikan laju kendaraan dengan kondisi jalan dan cuaca. Saat hujan, jalan licin, lalu lintas padat, atau jarak pandang terbatas, pengendara disarankan mengurangi kecepatan agar memiliki waktu reaksi lebih baik saat menghadapi potensi bahaya.
Tak hanya faktor jalan, kondisi fisik dan emosi pengendara juga menjadi perhatian penting dalam keselamatan berkendara. Berkendara dalam kondisi lelah, mengantuk, atau terburu-buru dinilai dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Melalui edukasi safety riding yang terus dilakukan, Honda Banten berharap masyarakat semakin memahami bahwa tujuan utama berkendara bukan sekadar cepat sampai tujuan, tetapi bagaimana bisa tiba dengan selamat.
Semangat #Cari_Aman terus digaungkan sebagai upaya membangun budaya berkendara yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab di jalan raya. (RST)







