Daftar Isi
SERANG, SEBARAYA.COM – Kreativitas pelajar Banten dalam menciptakan solusi atas persoalan di lingkungan sekitar mendapat panggung dalam ajang AHM Best Student (AHMBS) 2026 Regional Banten.
Sebanyak delapan kelompok pelajar SMA/SMK yang menjadi finalis beradu gagasan dan inovasi dalam tahap seleksi regional yang digelar PT Mitra Sendang Kemakmuran secara daring, Rabu (2/9/2026).
Kedelapan finalis tersebut terpilih dari 41 kelompok yang mendaftarkan diri pada AHMBS 2026 Regional Banten.
Meski berlangsung secara online, para peserta tetap ditantang mempresentasikan karya sekaligus mempertahankan gagasan mereka di hadapan dewan juri melalui platform konferensi video.
Kemampuan presentasi, kreativitas, kualitas gagasan, serta manfaat karya menjadi sejumlah aspek yang dinilai dalam proses seleksi.
PIC AHM Best Student PT Mitra Sendang Kemakmuran, Nikmatulloh, mengapresiasi semangat para finalis yang tetap mampu menunjukkan kemampuan terbaik meski proses seleksi dilakukan secara daring.
“AHM Best Student tahun ini memberikan pengalaman yang berbeda karena untuk pertama kalinya seleksi regional Banten dilaksanakan secara online. Meskipun dilaksanakan secara online, delapan finalis yang tampil hari ini tetap mampu menunjukkan kemampuan mereka dalam mempresentasikan karya dan menjawab pertanyaan dari dewan juri,” ujar Nikmatulloh.
SMAN 1 Rangkasbitung Ciptakan Velora
Setelah melalui proses penilaian, SMAN 1 Rangkasbitung berhasil keluar sebagai juara pertama AHMBS 2026 Regional Banten.
Tim tersebut mengusung inovasi berjudul “Velora: Transformasi Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cair Fungsional Melalui Ekstrak Daun Bunga Sepatu dan Daun Sirih.”
Karya tersebut menawarkan pemanfaatan limbah minyak jelantah yang selama ini kerap menjadi persoalan lingkungan menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan SMAN 1 Rangkasbitung menjadi perwakilan Banten pada seleksi nasional AHM Best Student 2026.
Pada tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung 21 September 2026, mereka akan kembali membawa inovasi Velora untuk bersaing dengan perwakilan dari berbagai wilayah Indonesia.
MAN 1 dan MAN 3 Lebak Raih Juara
Sementara itu, posisi juara kedua diraih MAN 1 Lebak melalui karya “Plester Ageveragel sebagai Pertolongan Pertama Luka Bakar dengan Ekstrak Daun Bandotan dan Lidah Buaya.”
Sedangkan MAN 3 Lebak berhasil menempati posisi ketiga melalui inovasi “LEMBAPH: Optimalisasi Formulasi Matriks Red Clay, Karbon Aktif Sekam Padi, dan Cangkang Keong Mas sebagai Sistem Ganda Retensi Kelembapan dan Stabilisasi pH Tanah pada Kondisi Kemarau.”
Tiga karya terbaik tersebut menunjukkan beragam pendekatan yang dikembangkan pelajar Banten dalam menjawab persoalan di sekitarnya.
Mulai dari pemanfaatan limbah rumah tangga, pengembangan produk untuk pertolongan pertama, hingga inovasi yang berkaitan dengan ketahanan sektor pertanian.
Bukan Sekadar Lomba, Jadi Ruang Berinovasi
Pelaksanaan AHMBS menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan tidak hanya dalam menciptakan ide, tetapi juga mengubah gagasan tersebut menjadi karya yang dapat memberikan manfaat.
Para peserta dituntut mampu menjelaskan ide, mempertahankan gagasan ketika mendapatkan pertanyaan dari juri, serta menunjukkan manfaat dan potensi pengembangan karya yang mereka hasilkan.
Nikmatulloh berharap pengalaman tersebut dapat mendorong semakin banyak pelajar Banten untuk berani menciptakan inovasi.
“Kami berharap semangat untuk terus berkarya dan berinovasi ini dapat terus tumbuh di kalangan pelajar Banten,” katanya.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Honda melalui Sinergi Bagi Negeri, yang mendorong kontribusi positif bagi masyarakat, termasuk melalui bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda.
Bawa Nama Banten ke Tingkat Nasional
Dengan menjadi juara pertama Regional Banten, SMAN 1 Rangkasbitung kini memiliki tantangan baru.
Inovasi Velora akan kembali diuji pada seleksi nasional AHM Best Student 2026. Mereka akan bersaing dengan pelajar terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Perjalanan tersebut menjadi kesempatan bagi pelajar Banten untuk menunjukkan bahwa persoalan sederhana di lingkungan sekitar dapat menjadi sumber lahirnya inovasi yang bernilai.
Ajang AHMBS diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk membangun keberanian berpikir, berkreasi, berinovasi, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. (RST)







