Jelang Nataru, ASTRA Tol Tamer Tangani Titik Rawan Banjir di 4 Zona

Tinjauan lapangan lokasi penanganan banjir dan genangan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting serta kebutuhan mitigasi di lapangan. ISTIMEWA

SERANG, SEBARAYA.COM – Mengantisipasi potensi banjir dan genangan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027, ASTRA Infra Toll Road Tangerang–Merak (ASTRA Tol Tamer) menyiapkan penanganan drainase di empat zona sepanjang Jalan Tol Tangerang–Merak. Sejumlah titik menjadi prioritas, mulai dari kawasan Cilampang, Paburan Unyur, hingga akses Tol Serang Timur atau Patung Debus.

Langkah ini dilakukan melalui kajian teknis, peningkatan kapasitas infrastruktur drainase, serta koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), pemerintah daerah, dan instansi terkait. Upaya tersebut ditujukan untuk meminimalkan potensi genangan sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Bacaan Lainnya

ASTRA Tol Tamer menilai perubahan iklim yang memengaruhi pola dan intensitas curah hujan, ditambah perubahan tata guna lahan di sekitar jalan tol, dapat mengubah pola aliran air dan meningkatkan limpasan dari wilayah hulu maupun kawasan sekitar.

Kondisi tersebut mendorong perusahaan melakukan kajian untuk mengidentifikasi lokasi yang membutuhkan penanganan khusus serta menentukan metode mitigasi sesuai karakteristik setiap titik.

Empat Zona Jadi Prioritas Penanganan

Berdasarkan hasil kajian teknis, ASTRA Tol Tamer merencanakan pekerjaan penanganan banjir dan genangan di empat zona dengan rincian sebagai berikut:

  • Zona 1: Link Cilampang KM 74+400 dan Link Perumahan Bumi Agung KM 74+700.
  • Zona 2: Link Paburan Unyur KM 75+600.
  • Zona 3: KM 90+850.
  • Zona 4: Akses Tol Serang Timur, kawasan Patung Debus.

Pekerjaan tersebut mencakup peningkatan dan penyesuaian infrastruktur pengaliran air, antara lain melalui pembangunan open cut box culvert serta pemasangan pipa dengan metode jacking Reinforced Concrete Pipe (RCP).

Kedua metode konstruksi itu direncanakan untuk mendukung optimalisasi aliran air dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan, pola limpasan, dan kebutuhan teknis di setiap lokasi.

Koordinasi dengan Pemkot Serang dan Cilegon

Selain menyiapkan pekerjaan konstruksi, ASTRA Tol Tamer terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Serang dan Pemerintah Kota Cilegon. Koordinasi ini diperlukan untuk menyelaraskan penanganan aliran air yang berkaitan dengan kawasan di luar area jalan tol.

Langkah terintegrasi tersebut penting karena potensi genangan tidak hanya dipengaruhi kondisi saluran di dalam area jalan tol, tetapi juga aliran air dari wilayah sekitarnya.

Perusahaan juga mulai menyiapkan mobilisasi peralatan dan pemasangan rambu-rambu di lokasi prioritas untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan peningkatan kapasitas drainase.

Construction & Maintenance Management Department Head ASTRA Tol Tamer, Slamet Adriadi, mengatakan perubahan kondisi lingkungan dan tata guna lahan menjadi salah satu aspek penting dalam mengantisipasi potensi genangan.

“Perubahan kondisi lingkungan dan tata guna lahan menjadi salah satu aspek yang kami perhatikan dalam mengantisipasi potensi genangan. Karena itu, kami melakukan kajian teknis untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai di setiap lokasi, sekaligus berkoordinasi dengan Kementerian PU, pemerintah daerah, dan instansi terkait,” ujar Slamet.

Ia menambahkan, pekerjaan tersebut ditargetkan dapat mendukung kesiapan operasional Jalan Tol Tangerang–Merak selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027.

Pengguna Jalan Diminta Patuhi Rambu Keselamatan

ASTRA Tol Tamer berkomitmen melanjutkan pemantauan, pemeliharaan, serta peningkatan kapasitas infrastruktur drainase sesuai kebutuhan. Melalui pekerjaan terencana dan koordinasi lintas instansi, perusahaan berharap potensi luapan air dan genangan dapat diminimalkan.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability), dengan menempatkan keselamatan pengguna jalan serta manfaat bagi masyarakat sekitar sebagai perhatian utama.

Selama pekerjaan konstruksi berlangsung, pengguna jalan diimbau mematuhi pengaturan lalu lintas dan rambu-rambu keselamatan di sekitar lokasi pekerjaan. Masyarakat juga diminta mendukung proses penanganan agar kegiatan konstruksi dapat berjalan dengan baik.

“Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk mematuhi manajemen keselamatan lalu lintas dan memohon dukungan dan kerja sama masyarakat selama proses konstruksi pengendalian genangan tersebut berlangsung,” tutup Slamet. (RST)

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait