Euforia Buru Takjil Bisa Berujung Petaka! Ini 4 Kebiasaan Pengendara yang Picu Kemacetan dan Kecelakaan Saat Ramadan

SERANG, SEBARAYA.COM  – Momentum Ramadan selalu membawa suasana berbeda di jalan raya, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Tradisi berburu takjil di sore hari menjadi aktivitas favorit masyarakat. Namun di balik semaraknya suasana tersebut, kepadatan lalu lintas hingga potensi kecelakaan sering kali meningkat tajam.

Lonjakan kendaraan di titik-titik penjualan takjil membuat arus lalu lintas melambat, bahkan tersendat. Sayangnya, tidak sedikit pengendara yang terbawa euforia dan mengabaikan faktor keselamatan demi mengejar waktu berbuka.

Bacaan Lainnya

Kondisi tubuh yang sedang berpuasa, ditambah rasa lelah setelah beraktivitas seharian, sejatinya membuat konsentrasi berkendara menurun. Karena itu, kewaspadaan ekstra menjadi kunci agar momen berburu takjil tetap aman dan nyaman.

Berikut empat kebiasaan yang perlu dihindari saat berburu takjil agar tetap #cari_aman di jalan:

  1. Berhenti Mendadak di Pinggir Jalan

Kebiasaan mengerem tiba-tiba saat melihat penjual takjil menjadi salah satu penyebab kecelakaan ringan hingga tabrakan beruntun. Pengendara di belakang sering kali tidak siap mengantisipasi pengereman mendadak.

Solusinya, nyalakan lampu sein lebih awal dan menepilah secara perlahan di tempat yang memungkinkan.

  1. Putar Balik Sembarangan

Keinginan membeli jajanan di sisi jalan berlawanan arah kerap membuat pengendara memutar arah tanpa memperhatikan situasi lalu lintas. Tindakan ini sangat berisiko, terutama di jalan padat.

Pastikan hanya berputar arah di titik yang diperbolehkan dan memiliki ruang pandang yang cukup.

  1. Parkir Tidak Pada Tempatnya

Memarkir kendaraan di bahu jalan atau terlalu menjorok ke badan jalan dapat mempersempit ruang gerak kendaraan lain. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan dan risiko terserempet pun meningkat.

Pilih lokasi parkir yang aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

  1. Terburu-buru Mengejar Waktu Berbuka

Menjelang adzan maghrib, sebagian pengendara cenderung meningkatkan kecepatan. Padahal, kondisi fisik saat berpuasa bisa memengaruhi refleks dan fokus.

Menjaga kecepatan stabil dan jarak aman dengan kendaraan di depan jauh lebih penting dibanding tiba beberapa menit lebih cepat.

Selain menghindari kebiasaan berisiko tersebut, pengendara juga perlu memastikan kondisi kendaraan tetap prima. Pengecekan rem, lampu, klakson, serta tekanan angin ban sangat penting, terutama karena lalu lintas sore hari cenderung lebih padat dan dinamis.

Semarak Ramadan seharusnya menjadi momen kebersamaan yang penuh keberkahan, bukan menjadi pemicu insiden di jalan raya. Dengan disiplin, kesabaran, dan kesadaran berlalu lintas, aktivitas berburu takjil bersama keluarga tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan keselamatan.

Mengutamakan keamanan dalam setiap perjalanan adalah bagian dari komitmen bersama untuk terus membudayakan #cari_aman di jalan selama Ramadan. (RST) 

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait