Viral!! Fenomena Bendera One Piece Jelang HUT RI, Simak ini Penjelasannya

ILUSTRASI. ISTIMEWA

SERANG, SEBARAYA.COM – Mendekati peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, biasanya nuansa merah putih mendominasi di berbagai penjuru tanah air. Namun di tahun ini, sebuah fenomena unik bendera bajak laut dari anime Jepang One Piece, yang dikenal sebagai bendera Jolly Roger milik Topi Jerami, turut dikibarkan oleh sejumlah anak muda di halaman rumah, motor, hingga tiang bambu di sudut kampung.

Fenomena ini menjadi viral di media sosial beberapa hari ini, dengan tagar #BenderaOnePiece dan #17anBajakLaut trending di TikTok dan Instagram. Banyak warganet menyebut ini sebagai bentuk ekspresi kebebasan dan perayaan identitas “nakama”, sebutan untuk sesama penggemar One Piece.

Apa Makna di Balik Bendera One Piece?

Bendera One Piece adalah lambang bajak laut Topi Jerami, dipimpin oleh karakter utama Monkey D. Luffy. Simbol tengkorak dengan topi jerami ini bukan sekadar ikon bajak laut, tapi mewakili semangat petualangan, keberanian, persahabatan, dan perjuangan melawan ketidakadilan.

“Kalau dilihat dari cerita One Piece, bendera itu bukan tentang kejahatan seperti bajak laut zaman dulu. Ini tentang idealisme anak muda yang ingin bebas, melawan tirani, dan tetap setia pada teman-temannya,” ungkap seorang mahasiswa dari Serang, yang menyimak dari cerita One Piece.

Simbol Nasionalisme Gaya Baru?

Meski menuai pujian karena kreativitas dan semangat kebebasan, tidak sedikit pula yang mempertanyakan kelayakan simbol anime dikibarkan di momen sakral seperti 17 Agustus. Namun bagi sebagian besar generasi muda, mengibarkan bendera One Piece bukan berarti menggantikan merah putih, tapi justru mengiringinya dengan semangat perlawanan ala anak muda zaman now.

“Kami tetap hormat pada bendera merah putih. Tapi bendera One Piece itu bentuk kami menyuarakan bahwa nasionalisme bisa datang dengan cara yang lebih dekat ke generasi kami, bukan berarti tidak cinta Indonesia, justru kami ingin memaknainya lebih personal,” ujar Rina (19 tahun), pelajar asal Serang.

Sementara itu, dikutip dari berbagai sumber yang didapat, menjelaskan bahwa  tren ini sebagai bagian dari cara generasi Z mengekspresikan nasionalisme lewat simbol yang relevan dengan dunia mereka. Dimana, One Piece sendiri adalah cerita tentang kebebasan dan perjuangan melawan sistem yang korup, yaitu nilai-nilai yang bisa dirasakan universal. Jadi bukan hal aneh jika mereka mengadopsinya dalam konteks kemerdekaan. Namun, diperlukan juga adanya edukasi agar simbol-simbol tersebut tidak menggantikan simbol resmi negara, tapi dijadikan pelengkap dalam ekspresi yang kreatif dan kontekstual.

Meskipun belum ada regulasi yang secara khusus mengatur larangan pengibaran bendera fiksi, banyak warganet menyerukan agar pengibaran bendera One Piece tetap dilakukan dengan hormat dan tidak menggantikan posisi bendera merah putih sebagai simbol negara.

Terlepas dari pro-kontra, tren bendera One Piece ini menjadi bukti bahwa nasionalisme anak muda hari ini tidak harus kaku dan formal, tapi bisa dikemas dengan cara kreatif, dan penuh makna. (RST)

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait