SERANG, SEBARAYA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menggelar kegiatan fun walk pada Jumat pagi menuju kawasan Royal Baroe, Jalan Tirtayasa, Kota Serang. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, tersebut menjadi bagian dari kampanye kepada masyarakat untuk memperkenalkan Royal Baroe sebagai ruang publik baru yang multifungsi.
Fun walk dimulai dari Kantor Dindikbud Kota Serang menuju kawasan Royal Baroe dengan jarak tempuh sekitar lima kilometer. Selain sebagai olahraga bersama dalam rangka rutinitas apel Jumat, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah yang berada di sepanjang rute perjalanan.
Ahmad Nuri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Dindikbud terhadap program Wali Kota Serang dalam menata dan menghidupkan kawasan Royal Baroe sebagai ruang publik yang berkarakter.
“Royal Baroe ini bukan hanya pasar atau tempat belanja. Ini adalah ruang publik untuk inspirasi, rekreasi, kreativitas seni, dan aktivitas masyarakat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan punya tanggung jawab memastikan ruang publik ini hidup dan berfungsi,” ujar Ahmad Nuri.
Di sela fun walk, rombongan Dindikbud menyambangi beberapa sekolah untuk memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan, meski kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang libur. Menurut Ahmad Nuri, masa libur tidak boleh dijadikan alasan bagi sekolah untuk menutup layanan kepada masyarakat.
“Yang libur itu muridnya, bukan pelayanannya. Sekolah harus tetap buka dengan sistem piket guru, terutama untuk melayani pengaduan orang tua, indikasi perundungan, maupun urusan administrasi pendidikan,” tegasnya.
Dalam sidak tersebut, Dindikbud menemukan satu sekolah dasar, yakni SDN Cipare, dalam kondisi terkunci. Temuan itu langsung menjadi perhatian serius. Ahmad Nuri menegaskan pihaknya akan memberikan peringatan kepada kepala sekolah karena dinilai tidak mengindahkan surat edaran terkait kewajiban pelayanan pendidikan di masa libur.
“Kami akan beri warning. Kepala sekolah harus memiliki komitmen dan memahami bahwa pelayanan pendidikan harus tetap berjalan. Selain itu, sekolah juga harus dijaga kerapihan dan kebersihannya,” katanya.
Sebaliknya, salah satu SMP di sekitar kawasan Royal Baroe justru mendapat apresiasi. Saat sidak, sekolah tersebut terlihat bersih, kepala sekolah dan guru hadir, serta pelayanan tetap berjalan sebagaimana mestinya. “Ini menunjukkan masih ada kesenjangan informasi dan komitmen antar sekolah. Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang interaksi dengan masyarakat dan orang tua murid,” jelas Ahmad Nuri.
Ia menegaskan, Dindikbud Kota Serang tidak akan segan memberikan peringatan tegas kepada sekolah yang masih membandel dan mengabaikan imbauan pelayanan selama masa libur.
Selain menyoroti pelayanan pendidikan, Ahmad Nuri juga menekankan pentingnya Royal Baroe sebagai bagian dari pembentukan karakter Kota Serang. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai historis dan kini telah mengalami penataan signifikan, mulai dari penataan pedagang, penghapusan pungutan liar, hingga pembangunan sarana publik.
“Tinggal bagaimana ruang publik yang sudah dibangun ini diisi dengan kegiatan positif. Harus dijaga kebersihannya dan dimanfaatkan untuk gagasan kreatif, UMKM, seni, budaya, serta olahraga,” ujarnya.
Ke depan, Dindikbud Kota Serang berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan komunitas dalam meramaikan Royal Baroe melalui berbagai kegiatan kebudayaan, termasuk pentas seni dan budaya.
“Kalau dijaga bersama, saya yakin Royal Baroe bisa menjadi ruang publik yang hidup, berkarakter, dan bermanfaat bagi warga Kota Serang,” pungkas Ahmad Nuri. (RST)







