Tampil di JFW 2026, Womenwear Persembahkan 16 Koleksi “Terea” yang Memukau

Malvika Amaliah, desainer muda asal Kota Serang sekaligus pemilik brand Womenwear, saat tampil di ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2026, Kamis (30/10/2025). ISTIMEWA

SERANG, SEBARAYA.COM – Rasa haru dan bangga tak bisa disembunyikan dari wajah Malvika Amaliah, desainer muda asal Kota Serang sekaligus pemilik brand Womenwear, setelah berhasil menampilkan 16 koleksi busana terbarunya dalam ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2026, di Jakarta, Kamis (30/10/2025) kemarin.

“Alhamdulillah, happy banget, benar-benar senang, bangga, dan terharu. Enggak nyangka bisa ikut event sebesar ini. Dulu rasanya tidak mungkin, karena kami dari Serang, tapi dengan kerja keras dan doa, akhirnya mimpi itu terwujud,” ungkap Vika, sapaan akrab Malvika saat ditemui di butik Womenwear, Kota Serang, Senin (03/11/2025).

Bacaan Lainnya

Bagi Vika, keikutsertaan di Jakarta Fashion Week merupakan tonggak penting dalam perjalanan kariernya di dunia fashion. Ia menyebut ajang tersebut sebagai acuan utama perkembangan tren mode di Indonesia dan Asia Tenggara, serta ruang besar bagi desainer untuk menunjukkan karya terbaiknya.

“JFW adalah ajang fashion terbesar di Asia Tenggara. Di sinilah tren baru lahir dan berkembang. Banyak media besar dan figur publik hadir, jadi tampil di sini adalah kesempatan luar biasa,” tutur Vika.

Menurutnya, ajang JFW menjadi target utama Womenwear tahun ini. “Akhirnya, mimpi kami untuk tampil di runway sebesar ini bisa terwujud. Ini benar-benar pencapaian besar untuk Womenwear,” tambahnya penuh syukur.

Beberapa koleksi busana Womenwear bertema “Terea”, saat tampil di ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2026, Kamis (30/10/2025). ISTIMEWA

Dalam debutnya, Womenwear memperkenalkan koleksinya bertema “Terea”, yang terinspirasi dari sejarah dan keindahan Istana Kaibon yang merupakan peninggalan Kesultanan Banten. Melalui koleksi ini, Vika ingin mengangkat kembali nilai budaya lokal ke dalam desain busana modern yang elegan.

“Konsep Terea diambil dari kisah Istana Kaibon. Kami ingin menghidupkan kembali keindahan dan nilai sejarahnya lewat busana yang feminin, modern, dan anggun. Bunga-bunga dan detail istana kami terapkan dalam desain agar budaya Banten tetap hidup di tengah modernisasi,” jelasnya.

Koleksi “Terea” menonjolkan dominasi warna-warna lembut seperti pastel pink, soft blue, dan matcha, yang menjadi ciri khas Womenwear. Salah satu busana paling menonjol memiliki sayap putih berpayet, menampilkan sisi anggun dan kuat sekaligus.

Lebih lanjut Vika menjelaskan, bahwa dirinya mempersiapan menuju ajang JFW ini berlangsung sangat singkat. Hanya 2,5 bulan sejak akhir Juli. Ia bahkan memutuskan ikut tanpa banyak pertimbangan setelah mendapat tawaran dari rekan desainer.

“Waktunya benar-benar singkat banget. Kami mulai dari awal Agustus, jadi tantangan terbesarnya adalah waktu. Mulai dari konsep, bahan, hingga produksi semua harus selesai dalam hitungan minggu,” ujarnya.

Selain waktu, tantangan lainnya adalah bagaimana memasukkan unsur budaya lokal ke dalam gaya modern tanpa kehilangan makna. “Menyatukan nilai budaya ke dalam gaun modern itu tidak mudah, tapi hasil akhirnya membuat semua perjuangan terbayar,” tambahnya.

Vika menegaskan bahwa keikutsertaannya di JFW bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk pembuktian bahwa brand lokal dari Serang mampu bersaing secara nasional. “Saya ingin membuktikan bahwa desainer dan brand lokal Serang bisa menasional, bahkan suatu hari nanti bisa mendunia. Womenwear membawa budaya Banten ke panggung runway terbesar Asia Tenggara, dan itu kebanggaan luar biasa,” katanya.

Adapun usai tampil di JFW, Vika berencana akan kembali mengikuti Event Jakarta Fashion Week atau Indonesia Fashion Week, dengan mengangkat tema Pantai Anyer sebagai inspirasi utama. “Salah satu koleksi pantai kami sangat disukai pelanggan dan sudah terjual lebih dari 10.000 pieces. Itu menginspirasi saya untuk menjadikannya tema utama berikutnya,” ujarnya.

Selain itu, Womenwear juga tengah menyiapkan koleksi “Raya Series” yang akan diluncurkan pada Januari mendatang, dengan mengusung konsep busana megah bergaya kerajaan.

Diketahui, koleksi Womenwear yang tampil di ajang JFW dibanderol mulai Rp400 ribu hingga Rp1 juta dan diproduksi secara eksklusif. Ke depan, Vika juga berencana memperluas jaringan butik Womenwear ke wilayah lainnya seperti di Karawaci, Jakarta, Depok, dll. “Mohon doanya semoga rencana membuka cabang baru bisa segera terwujud,” tutupnya penuh optimisme. (RST)

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait