Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi Pendekar Cisadane. Setelah mampu menjaga catatan tidak terkalahkan dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya, Persita akhirnya harus mengakui keunggulan lawan di hadapan pendukungnya sendiri.
Sebaliknya, kemenangan ini menjadi hasil yang sangat berarti bagi Isenmulang Kalteng FC. Tambahan tiga poin membuat tim asal Kalimantan Tengah tersebut berhasil keluar dari zona degradasi dan menjaga asa untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Persita sebenarnya tampil lebih dominan dan berusaha mengendalikan jalannya pertandingan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan oleh para pemain tuan rumah. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat peluang-peluang tersebut gagal menghasilkan gol.
Isenmulang Kalteng FC justru tampil lebih efektif dalam memanfaatkan kesempatan. Kebuntuan pertandingan akhirnya pecah pada menit ke-68 melalui gol Adilson Silva yang sukses menyelesaikan umpan matang Douglas Cruz.
Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 0-1 untuk keunggulan tim tamu. Persita berusaha meningkatkan tekanan demi menyamakan skor, tetapi hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol balasan yang tercipta.
Carlos Pena Kecewa, Banyak Peluang Gagal Berbuah Gol
Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, mengaku kecewa dengan hasil pertandingan tersebut. Menurutnya, para pemain sudah mampu menciptakan banyak peluang, tetapi tidak diimbangi dengan akurasi penyelesaian akhir yang baik.
Ia menilai kegagalan memaksimalkan peluang menjadi salah satu faktor utama yang membuat Persita harus kehilangan poin di kandang sendiri.
Kekecewaan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Carlos Pena dan jajaran pelatih. Sebab, dominasi permainan serta banyaknya peluang yang tercipta tidak cukup untuk membawa Persita meraih hasil positif apabila tidak disertai efektivitas di depan gawang lawan.
Kekalahan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa konsistensi permainan harus dibarengi ketajaman lini serang, terutama ketika menghadapi tim yang mampu memanfaatkan peluang secara efektif.
Mundari Karya Bersyukur Isenmulang Bawa Pulang Tiga Poin
Sementara itu, pelatih Isenmulang Kalteng FC, Mundari Karya, mengaku bersyukur timnya mampu membawa pulang tiga poin dari markas Persita Tangerang.
Meski berhasil meraih kemenangan penting, Mundari menegaskan bahwa timnya masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, khususnya pada sektor pertahanan.
“Saya sangat bersyukur bisa membawa tiga poin pada pertandingan ini. Meski menang, kita akan banyak melakukan evaluasi, setidaknya pada lini belakang,” ujar Mundari Karya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kemenangan atas Persita tidak membuat Isenmulang Kalteng FC berpuas diri. Evaluasi tetap diperlukan agar tim mampu menjaga konsistensi dan tampil lebih solid pada pertandingan selanjutnya.
Persita Tertahan di Posisi Keenam
Kekalahan di Banten International Stadium membuat Persita Tangerang tertahan di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 15 poin.
Terhentinya rekor tak terkalahkan tentu menjadi catatan penting bagi Pendekar Cisadane. Carlos Pena kini dituntut segera membenahi efektivitas serangan agar timnya dapat kembali ke jalur kemenangan.
Di sisi lain, kemenangan 1-0 membawa Isenmulang Kalteng FC naik ke peringkat ke-15 dengan koleksi enam poin sekaligus keluar dari zona degradasi.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi Isenmulang untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Namun, evaluasi lini belakang seperti yang disampaikan Mundari Karya tetap menjadi perhatian agar kemenangan penting tersebut dapat diikuti hasil positif lainnya.
Bagi Persita, kekalahan ini menjadi peringatan bahwa dominasi dan banyaknya peluang tidak selalu menjamin kemenangan. Ketajaman di depan gawang dan kemampuan mengubah peluang menjadi gol tetap menjadi faktor penentu dalam persaingan kompetisi musim ini. (RST)







