SERANG, SEBARAYA.COM – Ballroom Aston Serang Hotel menjadi saksi pentingnya kolaborasi antara Bank Indonesia Provinsi Banten dan Pemerintah Daerah dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Banten 2024. Dengan tema “Penguatan Strategi TPID dan TP2DD Dalam Rangka Mendukung Stabilitas Harga Pangan di Provinsi Banten,” acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi, termasuk Walikota dan Bupati se-Banten.
Acara ini dibuka oleh Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Bapak Al Muktabar, yang didampingi oleh Pj Walikota Serang Yedi Rahmat, Pj Walikota Tangerang Nurdin, Pj Bupati Tangerang Andi Ony Prihartono, Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten dan pimpinan instansi vertikal Provinsi Banten. Dalam sambutannya, Al Muktabar mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia untuk berkolaborasi dalam upaya menjaga stabilitas inflasi yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi di Banten.
Mengatasi Risiko Inflasi dan Memperkuat Digitalisasi
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, mengungkapkan bahwa risiko peningkatan inflasi pada 2024 masih tinggi, terutama karena defisit produksi bahan pangan di Banten, khususnya komoditas hortikultura. Untuk mengatasi hal ini, BI merekomendasikan empat langkah penting: monitoring harga dan ketersediaan pasokan pangan, memastikan tata niaga yang transparan, meningkatkan operasi pasar dan pasar murah, serta memetakan kebutuhan dan kerjasama antar daerah.
Selain itu, Ameriza juga menekankan pentingnya percepatan dan perluasan digitalisasi daerah dengan fokus pada aspek legal dan operasional, serta strategi yang efektif dalam mendorong penggunaan kanal nontunai untuk pendapatan daerah. Implementasi digitalisasi diharapkan dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan resiliensi ekonomi.
Proyeksi Ekonomi dan Arah Kebijakan
Deputi Bidang Ekonomi Makro Kemenko Perekonomian, Dr. Ferry Irawan, SE, MSc, menyampaikan proyeksi ekonomi Indonesia yang menargetkan pertumbuhan 5,2% pada 2024 dan 5,2% – 5,7% pada 2025. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat mengakselerasi sektor unggulan seperti industri di Banten. Belajar dari pengalaman Inggris dan Jepang yang mengalami resesi setelah inflasi tinggi, Indonesia perlu mewaspadai risiko pada komoditas pangan yang bergejolak, seperti beras.
Irawan juga menyoroti pentingnya elektronifikasi transaksi di tingkat pemerintah daerah untuk meningkatkan PAD dan ketahanan ekonomi. Elektronifikasi diharapkan dapat memberikan transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik, serta melindungi ekonomi daerah dari guncangan ekonomi. (RST)







