Pelanggan Home Charging PLN Tembus 92 Ribu, Naik 9% di 2026

Ilustrasi petugas PLN saat melakukan pemasangan charger di rumah pelanggan untuk memudahkan pengisian kendaraan listrik di rumah melalui layanan Home Charging Services. ISTIMEWA

JAKARTA, SEBARAYA.COM – Tren kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) di Indonesia terus berkembang. Bukan hanya jumlah kendaraan yang bertambah, kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pengisian daya di rumah juga semakin tinggi.

Hal itu tercermin dari pertumbuhan pelanggan Home Charging Services (HCS) PT PLN (Persero). Sepanjang Semester I 2026, PLN mencatat penambahan 21.865 pelanggan baru HCS, meningkat 9,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 20.053 pelanggan.

Bacaan Lainnya

Dengan pertumbuhan tersebut, hingga Juni 2026 jumlah pelanggan yang telah memanfaatkan layanan HCS PLN mencapai lebih dari 92 ribu pelanggan.

Pertumbuhan ini menunjukkan semakin banyak pemilik kendaraan listrik memilih melakukan pengisian daya dari rumah karena dinilai lebih praktis, efisien, dan nyaman tanpa harus mendatangi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Konsumsi Listrik EV Melonjak 93,59 Persen

Tidak hanya jumlah pelanggan, konsumsi listrik untuk pengisian kendaraan listrik melalui layanan HCS juga mengalami lonjakan signifikan.

Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, mengatakan konsumsi listrik HCS pada Semester I 2026 mencapai 110,55 gigawatt hour (GWh).

Angka tersebut melonjak 93,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 57,12 GWh.

“PLN melihat tren ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat peran kelistrikan dalam mendukung transformasi transportasi nasional. Kami akan terus meningkatkan kesiapan infrastruktur, memperluas akses layanan pengisian daya, dan menghadirkan inovasi agar ekosistem kendaraan listrik dapat tumbuh secara berkelanjutan,” jelas Fahrur.

Lonjakan konsumsi tersebut menjadi sinyal bahwa kendaraan listrik semakin banyak digunakan dalam aktivitas masyarakat. Pada saat yang sama, kebutuhan terhadap infrastruktur pengisian daya yang mudah diakses ikut meningkat.

PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan pertumbuhan pelanggan HCS mencerminkan meningkatnya minat masyarakat menjadikan kendaraan listrik sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, perkembangan tersebut juga menunjukkan respons positif masyarakat terhadap kesiapan infrastruktur pendukung kendaraan listrik yang terus diperluas.

“Meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia perlu didukung dengan layanan pengisian daya yang mudah, praktis, dan andal. PLN berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui pengembangan infrastruktur pengisian daya yang semakin luas,” kata Darmawan.

Melalui HCS, pelanggan dapat melakukan pengisian daya kendaraan listrik di rumah dengan perangkat khusus yang dipasang PLN. Kehadiran layanan ini memberikan alternatif bagi pengguna EV yang tidak selalu ingin bergantung pada SPKLU.

HCS Ultima Tawarkan Harga Pemasangan Mulai Rp11,7 Juta

Untuk mendorong semakin luasnya penggunaan fasilitas pengisian daya di rumah, PLN juga menghadirkan berbagai program, salah satunya HCS Ultima.

Melalui program tersebut, pelanggan dapat memperoleh harga spesial pemasangan HCS mulai dari Rp11,7 juta, bonus voucher listrik hingga Rp1,3 juta, serta diskon tarif listrik sebesar 30 persen untuk pengisian kendaraan listrik pada pukul 22.00–05.00 WIB.

Program HCS Ultima berlaku hingga 31 Desember 2026. Pengajuan layanan juga dapat dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile, termasuk selama pelaksanaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Program tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik sekaligus memiliki fasilitas pengisian daya sendiri di rumah.

Home Charging Jadi Bagian Penting Transisi Energi

Pertumbuhan pelanggan dan konsumsi listrik HCS menunjukkan bahwa perkembangan kendaraan listrik mulai membentuk kebutuhan baru dalam sistem kelistrikan nasional.

Bagi PLN, peningkatan penggunaan HCS bukan hanya peluang bisnis layanan kelistrikan, tetapi juga bagian dari upaya mendukung transformasi sektor transportasi menuju energi yang lebih bersih.

“Berbagai program yang kami hadirkan merupakan bagian dari upaya PLN dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Ke depan, PLN akan terus menghadirkan layanan pengisian daya yang andal dan inovatif guna mendukung percepatan transisi energi di Indonesia,” tutup Fahrur.

Dengan jumlah pelanggan HCS yang telah menembus lebih dari 92 ribu dan konsumsi listrik yang tumbuh hampir dua kali lipat dalam setahun, penggunaan kendaraan listrik di Indonesia semakin diikuti kebutuhan terhadap layanan pengisian daya yang praktis.

Tren tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa rumah kini menjadi salah satu titik penting dalam berkembangnya ekosistem kendaraan listrik nasional. (RST)

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait