Eks Napiter di Pandeglang Serukan Persatuan dan Kewaspadaan terhadap Radikalisme

PANDEGLANG, SEBARAYA.COM – Sejumlah mantan narapidana terorisme (Napiter) yang tergabung dalam Indonesia Contra Teror (ICT) dan Banten Peduli Umat (BPU) menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus buka puasa bersama dalam momentum Ramadan.

Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu rumah makan di Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (2/3/2026). Acara dihadiri sejumlah anggota ICT, tokoh masyarakat, serta perwakilan komunitas yang peduli terhadap upaya menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

Ketua ICT Syalindra Adi Sapta mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat kebersamaan sekaligus menegaskan komitmen menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) selama Ramadan hingga menjelang IdulFitri 1447 Hijriah.

Ia mengajak masyarakat Banten untuk bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan serta meningkatkan kesadaran kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan sosial. “Stabilitas keamanan masyarakat menjadi salah satu kunci penting untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Sapta.

Menurutnya, para anggota ICT yang merupakan mantan Napiter berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan mencegah penyebaran paham radikal, intoleransi, maupun terorisme di lingkungan masing-masing.

“Menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif serta terhindar dari bahaya paham radikal dan intoleran adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Green Community Banten (GCB) Qomar Kuntadi turut menyoroti dinamika geopolitik global yang belakangan menjadi perhatian dunia.

Ia menyinggung ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, yang menurutnya lebih dipengaruhi oleh kepentingan ekonomi dan geopolitik daripada persoalan agama. “Sesungguhnya perang ini tidak ada hubungannya dengan agama dan keyakinan kita semua. Ini murni perang ekonomi terkait otoritas dan perdagangan minyak di kawasan itu,” ujar Qomar dalam pernyataannya di Kota Serang, Sabtu (7/3/2026).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar di media, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini.

Menurutnya, kemajuan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dapat dengan cepat memproduksi berbagai konten informasi yang belum tentu valid. “Pandang semuanya secara positif dan objektif. Jaga lingkungan kita, karena Indonesia tidak bisa maju tanpa kesadaran kita semua. Sekarang kita harus maju bersama untuk Indonesia,” tuturnya.

Melalui kegiatan silaturahmi Ramadan tersebut, para eks Napiter berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan, persatuan, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk mencegah penyebaran radikalisme di tengah kehidupan sosial. (RST) 

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait