LEBAK, SEBARAYA.COM – Warga Desa Parakan Beusi, Kecamatan Bojongmanik, Lebak, Banten, menyuarakan keluhan terkait buruknya kondisi akses jalan yang tak kunjung diperbaiki. Jalan utama yang menjadi poros penghubung antar desa dan ke kecamatan ini kini sulit dilalui, baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki, akibat amblas dan berlumpur setelah diguyur hujan deras selama beberapa pekan terakhir.
Seorang warga setempat, berinisial FK, mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial. Dalam unggahannya, ia menulis, “Mau heran tapi desa sendiri, 11 hari lagi sudah tahun 2025, tapi kok masih seperti ini,” ujarnya, Jumat (20/12/2024).
Saat dihubungi Sebaraya.com, FK kembali menyampaikan kekesalannya. Menurutnya, jalan desa tersebut sudah bertahun-tahun dalam kondisi rusak parah tanpa perbaikan yang berarti. “Jalannya amblas terus karena dikeruk hujan, jadinya seperti itu. Perbaikan jalan bisa dibilang 5 tahun sekali juga nggak ada. Kalau pun diperbaiki, paling bertahan nggak sampai setahun, lalu rusak lagi,” keluhnya.

FK juga menyoroti pentingnya jalan tersebut sebagai akses utama menuju kecamatan dan sekolah. Ia menambahkan bahwa kurangnya perhatian terhadap infrastruktur desa, termasuk jalan, semakin mempersulit kehidupan warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani. “Ini satu-satunya akses untuk ke kecamatan dan sekolah. Infrastruktur desa seperti jalan atau lainnya nggak pernah diperbaiki benar-benar,” pungkasnya.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam, mengingat jalan tersebut memiliki peran vital dalam aktivitas ekonomi dan pendidikan warga. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah desa maupun kecamatan terkait keluhan warga tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur desa demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Kami ingin jalan ini diperbaiki dengan serius, bukan sekadar tambal sulam yang cepat rusak lagi,” ujar FK.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan agar aksesibilitas masyarakat terpenuhi, terutama di daerah-daerah yang bergantung pada jalur darat sebagai penghubung utama. (RST)







