Ratusan Pemuda Tani Indonesia Banten Gelar Sekolah Tani Menuju Swasembada Pangan

Ratusan Pemuda Tani Indonesia DPD Provinsi Banten dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus Tauhid, saat berfoto bersama dalam acara sekolah tani, di Gedung Graha Mahesa, Jumat (13/12/2024). RULIE SATRIA

SERANG, SEBARAYA.COM – Ratusan pemuda dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten berkumpul dalam kegiatan Sekolah Tani Muda yang berlangsung selama dua hari, 13–14 Desember 2024, di Gedung Graha Mahesa. Dengan tema “Pemuda Tani Indonesia Banten Swasembada Pangan Nasional”, acara ini bertujuan mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.

Ketua Panitia, Aday, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyadarkan generasi muda Banten akan pentingnya sektor pertanian. “Kita ingin generasi muda lebih maju, baik dalam pengetahuan maupun teknologi, sehingga mereka dapat mendukung ketahanan pangan dari hulu ke hilir,” ujar Aday, Jumat (13/12/2024).

Bacaan Lainnya

Acara ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus Tauhid, yang membahas alur pertanian hingga pemasaran; Sekjen Pemuda Tani Indonesia, Raden Sonny Suroyo Junior; serta Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Pemuda Tani Indonesia DPP Pusat, Bahtiar Sebayang, yang memberikan materi tentang pertanian modern. Turut hadir Anggota DPR RI Dapil II Banten, Annisa M. A. Mahesa, yang menyoroti pentingnya program strategis seperti ini untuk membangkitkan minat generasi muda di sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Banten, Agus Tauhid, menyoroti dua tantangan utama yang dihadapi sektor pertanian di Banten: distribusi pupuk yang tidak merata dan keterbatasan akses air. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki distribusi pupuk melalui kelompok tani agar lebih tepat sasaran.

“Kami akan memastikan distribusi pupuk subsidi berjalan lebih baik, sehingga kebutuhan para petani terpenuhi,” ungkap Agus. Ia juga berjanji berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan ketersediaan sumber air yang memadai bagi lahan pertanian.

Agus berharap Sekolah Tani dapat terus berlanjut sebagai forum pembelajaran dan kolaborasi generasi muda. “Ini langkah strategis untuk mengubah paradigma bahwa bertani adalah profesi masa depan yang menjanjikan,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI, Annisa M. A. Mahesa, yang juga calon Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Banten, menyampaikan komitmennya untuk memajukan sektor pertanian melalui edukasi dan regenerasi petani muda. “Banyak anak muda yang awalnya tidak tertarik menjadi petani, tapi kegiatan seperti ini membuka mata mereka akan prospek cerah sektor pertanian,” jelas Annisa.

Annisa memaparkan beberapa program prioritas, termasuk pembentukan tim pengawasan distribusi pupuk di setiap DPC Pemuda Tani agar subsidi tepat sasaran. Ia juga menyoroti potensi besar Banten di sektor pertanian, perikanan, dan kelautan yang menurutnya perlu pengelolaan lebih optimal.

“Banten memiliki masa depan cerah, tapi edukasi dan akses yang merata menjadi kunci. Kami akan dorong regenerasi petani milenial untuk mewujudkan pertanian modern yang berdaya saing,” ujarnya.

Anissa juga akan berkomitmen untuk menggerakan seluruh potensi pada sektor Pertanian di Banten, sesuai misi Presiden RI Prabowo Subianto dengan mencanangkan Swasembada Pangan.Ia mengajak generasi muda Pemuda Tani Indonesia Provinsi Banten untuk terus semangat dalam mendukung pertanian sebagai fondasi ekonomi nasional. “Kita dorong bersama agar Banten menjadi contoh daerah dengan pertanian yang maju. Semangat, teman-teman Pemuda Tani, masa depan cerah menanti kita!” pungkas Annisa.

Dengan kegiatan Sekolah Tani, diharapkan lahir generasi muda yang inovatif dan berkontribusi nyata dalam memajukan pertanian di Banten dan Indonesia, mendukung visi swasembada pangan nasional yang telah dicanangkan. (RST)

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait