CILEGON, SEBARAYA.COM – Dalam upaya menjaga kewaspadaan dan responsif terhadap potensi kejadian bencana sepanjang tahun 2024, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon mengumumkan langkah proaktif dengan menyiagakan sekitar 3.000 paket bantuan sembako. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah alam.
Kepala Dinsos Kota Cilegon, Damanhuri, dalam pernyataannya yang dirilis oleh Diskominfo Kota Cilegon pada Kamis (18/04), menjelaskan bahwa buffer stock tersebut dirancang untuk memberikan respons cepat dalam situasi darurat akibat bencana alam. “Kami memastikan tersedianya 3.000 paket bantuan sembako untuk tahun 2024 ini. Paket ini berisi barang-barang pokok seperti beras, kecap, sarden, indomie, dan sejenisnya,” ungkap Damanhuri.
Damanhuri menegaskan bahwa bantuan sembako tersebut selalu dijaga keberadaannya dan secara berkala diperiksa untuk memastikan tidak mengalami kadaluwarsa. “Kami melakukan pemeriksaan secara rutin agar bantuan tersebut selalu siap pakai dan tidak mengalami kerusakan. Dua bulan sebelum masa kadaluarsa, bantuan harus segera disalurkan, biasanya melalui sosialisasi kebencanaan di tingkat desa atau kelurahan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Damanhuri menjelaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari komitmen Dinsos Cilegon dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak bencana. “Buffer stock kebencanaan ini adalah upaya kami untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam hal pangan, terpenuhi ketika mereka mengalami musibah,” paparnya.
Meskipun demikian, Damanhuri juga menegaskan harapannya agar tidak ada bencana yang terjadi di masa yang akan datang. “Kami berharap agar langkah-langkah ini tidak perlu digunakan, tetapi sebagai pemerintah, kewaspadaan dan persiapan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana,” tutupnya.
Dengan langkah ini, Dinsos Cilegon menunjukkan komitmennya dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kapasitas tanggap darurat dalam menghadapi situasi bencana alam yang tidak terduga. (RST)







