527 Mahasiswa Baru UPG Ikuti PKKMB, Rektor Tekankan Berpikir Kritis dan Integritas

SERANG, SEBARAYA.COM – Sebanyak 527 mahasiswa baru Universitas Primagraha (UPG) resmi mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat universitas yang digelar di pelataran Kampus UPG, Sabtu (19/9/2026).

Mengusung tema “Adaptif Kampus, Berkarakter dalam Sikap, Berprestasi untuk Masa Depan”, PKKMB UPG 2026 menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari. Kegiatan diawali dengan gladi resik pada Kamis (16/9), kemudian dilanjutkan PKKMB tingkat universitas dan PKKMB tingkat fakultas masing-masing.

Ketua Pelaksana PKKMB UPG, Hayumi, dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh 527 mahasiswa baru tercatat hadir dalam kegiatan tersebut. Selama rangkaian PKKMB, para mahasiswa baru juga akan mendapatkan lima materi wajib yang disampaikan oleh akademisi Universitas Primagraha maupun para profesional.

Hayumi mengimbau seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, sungguh-sungguh, dan tetap menjaga kekhidmatan selama kegiatan berlangsung.

Rektor UPG Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis

Rektor Universitas Primagraha, Romli Ardie, secara resmi membuka kegiatan PKKMB sekaligus menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar UPG.

Dalam sambutannya, Romli menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Menurutnya, keputusan bergabung dengan UPG merupakan bagian dari pilihan mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri melalui pendidikan tinggi.

Romli kemudian mengingatkan mahasiswa agar mulai mengubah pola pikir dari kebiasaan belajar di jenjang sebelumnya. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki rasa ingin tahu, tetapi juga harus mampu berpikir kritis dengan mempertanyakan mengapa, kenapa, dan bagaimana terhadap berbagai persoalan.

Kemampuan tersebut dinilai penting agar mahasiswa tidak hanya mampu menemukan persoalan, tetapi juga dapat memformulasikan solusi atas berbagai masalah yang dihadapi. “Mahasiswa harus mampu berpikir kritis. Jangan hanya berhenti pada persoalan, tetapi bagaimana kemudian persoalan itu dapat dicari dan dirumuskan solusinya,” pesan Romli.

Kesungguhan dan Kerja Keras Jadi Bekal Kuliah

Romli juga menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan.

Menurutnya, kesungguhan, keuletan, kerja keras, dan kesabaran menjadi bagian penting yang harus dimiliki mahasiswa selama menjalani proses perkuliahan.

Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk memanfaatkan masa kuliah tidak hanya untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga mengembangkan karakter dan kemampuan diri. “Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan. Kesungguhan, keuletan, kerja keras dan kesabaran juga menjadi bagian penting dalam menjalani proses pendidikan,” ujarnya.

Mahasiswa Diminta Hindari Plagiarisme

Selain kemampuan berpikir kritis, Rektor UPG juga memberikan perhatian terhadap integritas akademik mahasiswa. Ia mengingatkan mahasiswa baru agar mengedepankan orisinalitas dan kreativitas dalam menghasilkan tugas maupun karya ilmiah.

Mahasiswa diminta membangun gagasan berdasarkan pemikiran sendiri serta menghindari praktik plagiarisme, termasuk sekadar melakukan copy paste dalam mengerjakan tugas akademik.

Menurut Romli, budaya akademik yang sehat harus dibangun sejak mahasiswa mulai memasuki lingkungan perguruan tinggi. “Bangun karya dengan orisinalitas, kreativitas dan gagasan sendiri. Jangan membiasakan diri melakukan plagiarisme atau sekadar copy paste,” tegasnya.

Relasi dan Kolaborasi Juga Penting

Di sisi lain, mahasiswa baru UPG juga didorong untuk aktif membangun relasi dan kolaborasi selama berada di lingkungan kampus.

Romli mengajak mahasiswa untuk berdiskusi mengenai materi perkuliahan, saling berbagi pengetahuan, serta memperluas jaringan dengan sesama mahasiswa maupun lingkungan akademik.

Menurutnya, relasi dan kolaborasi dapat membantu mahasiswa memperluas wawasan sekaligus menjadi bekal dalam menjalani proses pendidikan maupun menghadapi kehidupan setelah lulus.

Luruskan Niat Menuntut Ilmu

Sementara itu, Perwakilan Yayasan Insan Pelita Pratama Indonesia (YIPPI), Rahmat Jaya, mengingatkan mahasiswa baru mengenai tujuan utama mereka berada di perguruan tinggi, yakni belajar dan menuntut ilmu.

Rahmat menekankan bahwa menuntut ilmu merupakan proses yang harus dijalani sepanjang hayat. Karena itu, mahasiswa diminta meluruskan niat selama mengikuti pendidikan di Universitas Primagraha.

Ia mengajak mahasiswa menjalani proses belajar dengan ikhlas dan menjadikan pendidikan sebagai bagian dari ibadah, bukan karena keterpaksaan, sekadar mengikuti teman, maupun mengejar gengsi.

Rahmat juga menyampaikan bahwa ilmu memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas diri seseorang maupun keluarganya. Dengan bekal ilmu, mahasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Melalui PKKMB 2026, Universitas Primagraha tidak hanya memperkenalkan lingkungan dan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum awal untuk membangun karakter, pola pikir kritis, integritas akademik, serta kemampuan berkolaborasi sebagai bekal mahasiswa menghadapi masa depan. (RST)

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait