Honda Banten Perkenalkan Teknologi Motor Listrik di Economic Outlook 2024

SERANG, SEBARAYA.COM – Honda Banten (PT MS Kemakmuran) turut berpartisipasi dalam sesi sharing pada acara Economic Outlook 2024, yang digelar oleh Pokja Ekbispar Banten di Aston Hotel Serang. Dalam acara tersebut, Sularno dari Technical Training – Technical Service Department PT MS Kemakmuran menjelaskan secara mendalam mengenai teknologi terbaru yang diadopsi oleh motor listrik Honda, termasuk produk terbaru mereka, Honda EM1.

Sularno mengungkapkan bahwa Honda telah merintis pengembangan teknologi mesin motor listrik selama lebih dari 50 tahun. “Walaupun motor listrik Honda baru hadir di Indonesia, teknologi ini sudah lebih dahulu ada di Jepang. Ini merupakan awal dari pengembangan lebih lanjut motor listrik di Indonesia,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Motor listrik, lanjutnya, memiliki desain yang lebih ramping karena menyesuaikan dengan kapasitas baterai. Selain itu, Honda telah menyiapkan satu paket lengkap untuk konsumen, termasuk alat pengisian baterai yang dapat dioperasikan secara mandiri. “Di Banten memang belum ada stasiun swap baterai, namun konsumen bisa mengisi baterai sendiri di rumah dengan waktu pengisian penuh dari 0 hingga 100 persen sekitar 6 jam,” tambahnya.

Sularno juga memaparkan beberapa fitur unggulan dari Honda EM1, seperti in-wheel motor yang terletak di roda belakang, serta power control unit (PCU) yang mengatur distribusi tenaga. Selain itu, motor listrik ini dilengkapi dengan bank angle sensor, fitur keselamatan yang secara otomatis mematikan sistem penggerak jika kendaraan terjatuh.

Teknologi pengisian daya motor listrik Honda juga menggunakan power limitation technology untuk menjaga daya listrik agar tidak langsung habis saat baterai mendekati kekurangan daya. “Baterai tidak harus diisi hingga penuh untuk digunakan. Ketahanan baterai ini bisa bertahan hingga 10 tahun tergantung pada pemakaian dan perawatan,” lanjutnya.

Dalam sesi sharing, Opan Sopandi dari tim Honda Banten menambahkan tentang pentingnya keselamatan dalam penggunaan motor listrik, terutama dalam hal tegangan rendah (low voltage) dan keselamatan kelistrikan (electricity safety). Ia memperingatkan risiko tegangan tinggi pada kendaraan listrik yang bisa mencapai 300 volt.

“Listrik pada tegangan ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada tubuh manusia. Oleh karena itu, modifikasi motor listrik harus memperhatikan kapasitas listrik yang tersedia untuk menghindari kecelakaan,” tegas Opan.

Acara ini memberikan wawasan baru bagi peserta mengenai teknologi ramah lingkungan pada kendaraan listrik, sekaligus menekankan pentingnya keselamatan dalam penggunaan motor listrik di Indonesia. Dengan hadirnya Honda EM1, Honda berharap dapat mendorong penggunaan kendaraan listrik yang lebih luas di Indonesia. (RST)

Silakan baca konten menarik lainnya dari Sebaraya.com di →

Pos terkait